Diduga Stres Kena Razia, Pria di Tasikmalaya Tabrak Gerbang Polres dan Lukai Polisi

Diduga Stres Kena Razia, Pria di Tasikmalaya Tabrak Gerbang Polres dan Lukai Polisi
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Seorang pria berinsial HS (42) merusak gerbang dan mencoba merebut senjata anggota polisi Polres Tasikmalaya Kota, Senin (21/9/2020) dini hari. Diduga, pria tersebut kesal akibat sehari sebelumnya, barang dagangannya terkena razia miras oleh tim Shabara Polres Tasikmalaya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menjelaskan, pelaku HS merusak gerbang Polres Tasikmalaya dengan cara menabrakan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selain merusak pagar, pelaku juga berusaha merebut senjata petugas yang sedang berjaga di Mapolres Tasikmalaya Kota.

"Jadi sekitar tanggal 21 kemarin ini sekitar 01.20 ada seorang yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju ke polres Tasikmalaya, akhirnya menabrak water barrier yang ada di penjagaan Polres Tasikmalaya. Kemudian, langsung menerobos ke dalam," ucap Erdi saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (22/9/2020).

Usai menerobos pagar, lanjut Erdi, pelaku HS turun dari kendaraanya sambil berteriak "besok kiamat, besok kiamat". Selain itu, pelaku juga sempat berupaya merebut senjata petugas jaga di Polres Tasikmalaya.

"Dia turun dan berteriak Besok Kiamat, Besok Kiamat sambil mengucap kata itu, pelaku mendekati anggota yang sedang berjaga dana berusaha merebut senjatanya. Alhamdulillah ketika itu anggota yang sedang berjaga segera melumpuhkan dan menangkap pelaku itu," ungkap Erdi.

Erdi mengungkapkan, saat ini HS telah ditahan di Polres Tasikmalaya Kota. Selain itu, status HS sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Perkembangannya, sekarang sudah dilakukan penyidikan kemudian sudah ditingkatkan statusnya sebagai tahanan dalam artian sudah menjadi tersangka dan ditahan," ujar Erdi.

Saat disinggung motif pelaku. Erdi menuturkan, berdasarkan penyidikan sementara diduga pelaku kesal lantaran barang dagangannya terkena razia oleh unit Shabara Polres Tasikmalaya Kota.

"Setelah didalami ada surat dalam handphone-nya itu penyerahan barang bukti dan ternyata pelaku itu pada tanggal 11 September kena razia tipiring oleh sat Sabhara Polres Tasikmalaya," Kata Erdi.

"Ada beberapa miras yang disita, nah oleh karena itu karena mungkin banyak barang dagangannya yang disita maka yang bersangkutan agak depresi sedikit dan pada malam itu dia melakukan penerobosan ke polres Tasikmalaya," sambungnya.

Erdi menambahkan, atas aksinya pelaku HS dijerat pasal berlapis. Pasalnya, pelaku terbukti melakukan pengerusakan, dan melukai petugas jaga, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

"Pasal yaitu pasal 356, 213 kemudian yang terakhir adalah Pasal 406, nah ini yang menyangkut masalah pengrusakan kemudian penganiyaan kepada petugas dan melawan petugas. Kebetulan anggota yang menghadang dan melumpuhkan yang bersangkutan itu luka lecet jadi tiga pasal itu yang dikenakan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)