Terinspirasi Gianluigi Buffon, I Made Wirawan Belum Pikirkan Pensiun

Terinspirasi Gianluigi Buffon, I Made Wirawan Belum Pikirkan Pensiun
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan mengaku belum memiliki niatan untuk 'gantung sepatu' alias pensiun meski usianya sudah menginjak 38 tahun. 

Bahkan kiper asal Bali ini mengaku masih sanggup untuk bersaing meski tim berjulukan Maung Bandung ini mendatangkan kiper-kiper baru, seperti Teja Paku Alam hingga Dhika Bayangkara di Liga 1 2020. 

"Sampai saat ini, saya belum berpikir ada rencana untuk pensiun ya. Selama badan saya masih sanggup untuk berada di level teratas, saya masih akan terus bermain," ujar Made. 

Made memiliki keyakinan yang tinggi, masih bisa bermain di usia 40 tahun. Itu merupakan target utamanya sejak memutuskan berkarier sebagai pesepak bola profesional. 

"Mungkin target pertama, seperti yang saya bilang dulu, sampai 40 tahun. Setelah itu saya lihat dulu kalau memang kondisi badan saya bagus, disitu saya tetap main. Dan mudah-mudahan masih bisa main lagi, buat beberapa tahun lagi," harapnya. 

Pemilik nomor 78 ini berkeinginan untuk bisa mengulang kejayaannya bersama Persib pada musim 2014 silam. Kala itu, Maung Bandung berhasil merengkuh gelar juara Liga Indonesia. 

"Target pastinya ingin juara lagi, bisa juara lagi di Persib, pengen banget ngulang lagi momen-momen terindah kita yang 2014. Mudah-mudahan kita bisa meraihnya lagi," tegasnya. 

Karena itu, Made belum mau memikirkan untuk pensiun. Namun, lanjutnya, jikapun pensiun, dia akan memilih pensiun di Persib.

"Kalau seandainya saya bisa pensiun di Persib itu adalah hal yang sangat luar biasa buat saya," ungkapnya. 

Made mengaku sangat terinpirasi oleh kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon. Terbukti dia masih aktif meski usianya sudah menginjak 42 tahun.

"Buffon salah satu idola saya dari dulu ya, dari waktu saya lihat dia main di Parma terus pindah ke Juventus. Saya lihat gimana dia main. Dia datang sebagai pemain begitu muda, ya bisa dibilang umur 17an main di Serie A. Sampai sekarang dia masih berada di level tertinggi. Kalau bisa mengikuti jejak seperti itu sangat luar biasa buat saya dan dia panutan buat saya," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)