Dituding Pukul Lamborgini Sampai Penyok, 2 Warga Bandung Didakwa Lakukan Perusakan

Dituding Pukul Lamborgini Sampai Penyok, 2 Warga Bandung Didakwa Lakukan Perusakan
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Dituding menggebrak kap mobil lamborghini sampai penyok, dua warga Bandung didakwa tindak pidana Pasal 170 ayat 1 KUH Pidana dan Pasal 406 ayat 1 KUH Pidana. Keduanya, yakni Reza Yudha Ma'soem dan Syarif Ibrahim.

Sidang dakwaan digelar di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (22/9/2020). Dalam sidang yang dipimpin Eri Irawan kedua terdakwa dihadirkan langsung ke ruang persidangan lantaran tidak dilakukan penahanan.

Dalam berkas dakwaan, JPU Kejari Bandung Melur Kimaharandika menyatakan peristiwa itu bermula saat pemilik mobil Lamborgini tipe Gallardo warna kuning keluar dari Cafe Holywings. 

Di saat bersamaan, kedua terdakwa yang membawa mobil Xpander hitam juga keluar dari cafe tersebut. Kemudian, saat pemilik Lamborgini menyalakan mesin mobilnya dan terdengar suara mesinnya yang nyaring. 

"Terdakwa Syarif Ibrahim berkata 'berisik a+@(-g belagu punya mobil gitu juga, gw juga punya sepuluh biji, dan diisambut terdakwa Reza dengan mengatakan, '‎kalo ngegas sekali lagi saya tabrakin mobil itu'," ujarnya. 

Selanjutnya, kata jaksa, ada saksi tukang parkir yang melihat peristiwa itu kemudian mempersilahkan mobil milik terdakwa Reza untuk maju lebih dulu meninggalkan cafe. Namun, saat maju sekira 100 meter dari halaman cafe, terdakwa Reza diduga sengaja memundurkan mobil Mitsubishi Xpander hingga bagian belakang mobil menabrak bagian depan Lamborgini, sambil turun dan berteriak 'ku aing hancurkeun ieu mobil' (saya hancurkan ini mobil) dan menghampiri mobil Lamborhini. 

"Terdakwa Reza lalu memukul kap mesin kendaraan Lamborgini dengan tangan kosong. Sedangkan terdakwa Syarif Ibrahim menendang bagian depan dan kaca spion mobil sebelah kanan. Masih belum puas, terdakwa Reza kemudian naik ke kap mobil Lamborgini danmenginjak kap mobil tersebut yang selanjutnya diikuti juga oleh terdakwa Syarif Ibrahim," katanya.

Akibat perbuatan itu, pemilik Lamborgini yakni saksi Ronny yang dikendarai saksi Jessica mengalami penyok dan lecet di bagian kap mesin dan di pinggir kanan di atas bagian depan. Kemudiam kaca spion kanan rusak dan patah sehingga tidak dapat dipakai lagi dengan normal seperti sebelumnya. Atas perbuatan terdakwa, mobil Lamborgini memerlukan biaya perbaikan hingga Rp250 juta.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Rizky Rizgantara tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Rizki mengaku semua dakwaan jaksa tidak benar dan akan dibuktian saat pemeriksaan saksi.

"Ada yang tidak sesuai antara keterangan saksi dengan dakwaan. Karenanya, kami akan buktikan dan menguji dakwaan jaksa di persidangan nanti. Apa benar Lamborghini penyok," ucap Rizky. 

Selain itu didakwaan disebutkan bagian depan Lamborghini rusak tapi mobil bagian belakang terdakwa tidak apa-apa. Ada kejanggalan, padahal Lamborghini kelasnya jauh beda dengan mobil terdakwa. (Ahmad Sayuti)