Robert Alberts Sebut Liga 1 2020 Terjadi Skandal

Robert Alberts Sebut Liga 1 2020 Terjadi Skandal
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts sebut Liga 1 2020 terjadi skandal. Pasalnya PSSI bersikukuh membuka lagi bursa transfer untuk pemain asing.

Padahal dari hasil manager meeting bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Senin (21/9/2020) lalu, delapan klub menolak adanya penambahan pemain asing untuk lanjutan Liga 1. Sementara yang setuju hanya tujuh klub. Tiga sisanya abstain.

"Ini tentunya menjadi skandal berikutnya, skandal yang terang-terangan. Ini semuanya tidak logis, sekali lagi," tegas Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (23/9/2020). 

Dari informasi yang didapatkan Robert, tiga tim yang mencoba mengorganisir bursa transfer pemain bisa dibuka kembali. Tiga tim itu merupakan tim yang mendapatkan jatah pembagian pemain muda Brasil. 

"Di situasi logis dalam voting, ketika suara terbanyak memenangkan voting, maka seharusnya tidak ada transfer window. Itu logis dan masuk akal karena itulah demokrasi dan harus diterima oleh siapapun. Kalau sekarang keputusannya seperti ini, kenapa harus ada voting?," kesalnya.

Robert pun semakin kesal lantaran PSSI tetap mengirimkan surat ke FIFA untuk bisa membuka bursa pemain meski terjadi penolakan oleh sebagian besar klub peserta Liga 1 2020. 

"Apakah logis membuka transfer window hingga Oktober, yang mana sebelumnya klub semua sepakat transfer window baru dilakukan sebelum putaran kedua yaitu pada Desember," tegas Robert. 

Karena itu, Robert memastikan akan menyesalkan jika bursa transfer pemain asing bisa dibuka kembali. Terlebih penolakan sudah terjadi melalui voting.

"Jika beberapa orang di Indonesia mendadak mengambil keputusan membuka transfer window yang mana mayoritas tidak setuju dengan itu saat voting, saya menyerahkan opini kepada semua orang untuk mempertanyakan apa yang sedang terjadi dalam hal pengambilan keputusan di sepakbola Indonesia," katanya. 

Selain itu, lanjutanya, PT LIB juga sudah memberikan keputusan untuk melarang klub melakukan transfer pemain antar tim peserta Liga 1 2020. Maka, jika transfer pemain dibuka, maka proses pemindahan pemain bisa dilakukan secara bebas. 

"Jadi apa yang terjadi semua ini sebenarnya tidak penting dan tim yang melanjutkan kompetisi tanpa pemain asing itu adalah tanggung jawab mereka masing-masing. Jadi yang menjadi pertanyaan, siapa yang membuat keputusan di sepak bola Indonesia saat ini?," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)