Lunasilah Utang dengan yang Lebih Baik

Lunasilah Utang dengan yang Lebih Baik
Ilustrasi/Net

SALAH satu akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah ketika berutang adalah melunasinya dengan yang lebih baik. Rasulullahdiriwayatkan pernah berutang seekor unta muda kepada salah seorang sahabat bernama Abu Rafi. Ketika tiba saatnya melunasi, Rasul bayar dengan unta yang lebih besar dan lebih mahal. Sebagaimana yang terekam dalam hadis berikut:

Dari Abu Rafi ia berkata: "Nabi berhutang seekor unta perawan, kemudian datanglah unta hasil zakat. Lalu Nabi memerintahkan kepada saya untuk membayar kepada laki-laki pemberi utang dengan unta yang sama (perawan). Saya berkata: Saya tidak menemukan di dalam untu-unta hasil zakat itu kecuali unta yang berumur enam masuk tujuh tahun. Nabi kemudian bersabda: Berikan saja unta tersebut, karena sebaik-baik manusia itu adalah orang yang paling baik dalam membayar utang." (HR. Muslim)

Tetapi yang harus diperhatikan adalah jangan sampai nilai tambah yang kita berikan pada saat kita melunasi, dijanjikan atau disyaratkan dan disepakati di awal. Justru itu diharamkan, sebab termasuk riba.

Nilai tambah yang dianjurkan adalah yang kita berikan pada saat melunasi utang, atas inisiatif kita sendiri sebagai peminjam, yang diberikan sebagai rasa terima kasih kepada orang yang mengutangi, tanpa ada kesepakatan sebelumnya.