ATSI: Operator Seluler Sebarkan Kuota Internet Subsidi PJJ

ATSI: Operator Seluler Sebarkan Kuota Internet Subsidi PJJ
istimewa

INILAH, Bandung - Operator telekomunikasi seluler yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sepenuhnya mendukung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wakil Ketua Umum ATSI Merza Fachys mengatakan, sebagai langkah nyata para operator telekomunikasi seluler itu memberikan kuota internet subsidi. Untuk itu, pihaknya menandatangani kesepahaman terkait pelaksanaan kebijakan bantuan kuota data internet untuk peserta didik dan pendidik tingkat PAUD, tingkat dasar dan menengah, mahasiswa serta dosen dalam mendukung penerapan PJJ di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, kuota internet subsidi tersebut diharapkan turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan pembelajaran jarak jauh yang sangat mengandalkan ketersediaan internet. Pengadaan kuota data internet dari seluruh penyedia layanan telekomunikasi selular bergerak menggunakan tarif yang telah diatur melalui kebijakan yang ditetapkan Kemendikbud. 

Sedangkan, proses penyaluran dan penentuan pihak yang berhak menerima serta hal teknis lainnya terkait bantuan kuota internet dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Sekretaris Jendral Nomor 14 Tahun 2020 mengenai Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. 

“Saat ini, PJJ adalah salah satu solusi terbaik guna memastikan keberlangsungan pendidikan di tengah pandemi Covid-19. ATSI menyadari koneksi internet berperan penting dalam penyelenggaraan program tersebut, dan sepenuhnya mendukung pemerintah supaya pendidikan tetap bisa berjalan dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Semoga melalui kerja sama ini, baik pelajar maupun pengajar dapat sama-sama menjaga semangatnya dan terus berprestasi,” ujar Merza, Rabu (23/9/2020).

Selain sepakat untuk menyalurkan kuota internet subsidi pemerintah, masing-masing operator telekomunikasi juga menyelenggarakan inisiatif berupa paket dengan harga terjangkau maupun kartu perdana untuk peserta didik di tanah air. Lewat inisiatif ini diharapkan masyarakat akan lebih mudah mengakses sarana penunjang pendidikan jarak jauh.

Sejalan dengan petunjuk teknis yang dibuat Kemendikbud, kuota data internet dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum yakni kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan, kuota belajar yakni kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran tertentu. Rincian daftarnya dapat dilihat melalui http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Dia merinci, besaran kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan, pendidik mendapatkan 42 GB per bulan, sedangkan mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan. 

“Penyaluran kuota internet subsidi tersebut dilakukan selama empat bulan yaitu September-Desember 2020,” ucapnya. (*)