Wujud Nyata Putus Mata Rantai Penyebaran COVID-19

Wujud Nyata Putus Mata Rantai Penyebaran COVID-19
istimewa

INILAH,  Jakarta - Pandemi COVID-19 masih ada di Indonesia. Pandemi tersebut belum diketahui kapan akan berakhir.

Untuk itu, memutus mata rantar penyebaran COVID-19 sangat penting. Salah satunya dengan skrining cek kesehatan bisa dengan rapid test dan swab PCR.

Maya Miranda Ambarsari, pimpinan PT Indo Cakra Abadi menyadari pentingnya cek kesehatan secara berkala dengan rapid test untuk orang - orang yang masih harus menjalankan tugas di luar rumah. Kepeduliannya memutus rantai COVID-19 dengan memberikan donasi berupa alat rapid test cakra COVID-19 kepada Kepala Korp Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Irjen Pol Drs. Istiono, MH.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh ibu Maya Miranda Ambarsari di tengah krisis pandemi ini. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini," ujar Istiono di PRJ, Jakarta, Rabu, (23/09/2020).

Rapid test tersebut diselenggarakan secara gratis bagi warga masyarakat di tempat-tempat pelayanan di Samsat, pelayanan SIM dan pelayanan STNK yang secara keseluruhan, gelar bantuan sosial dan rapid test oleh Korlantas Polri akan menjangkau 37.500 warga di seluruh Indonesia.

"Bilamana ada peserta rapid test yang menunjukkan hasil reaktif, maka akan langsung ditindaklanjuti dengan test swab PCR," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Indo Cakra Abadi, Maya Miranda Ambarsari berharap, kepedulian yang diberikan perusahaannya dalam membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 ini dapat bermanfaat untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Pandemi ini sudah tentu membawa dampak bagi banyak lapisan masyarakat. Sedikit banyak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta untuk menghambat penyebaran virus corona dirasakan para pelaku ekonomi dan warga masyarakat," terangnya.

Saat ini tidak sedikit perusahaan yang harus menghentikan operasional hingga waktu yang belum ditentukan akibat krisis yang terjadi di tengah pandemi ini. Banyak pekerja nasibnya kini sedang tidak menentu.

"Pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan bagi perusahaan untuk menunjukkan kepedulian. Untuk itu, kami bersama Korlantas Polri berinisiatif melakukan aksi nyata," tuturnya.(inilah.com)