Usaha Pemkab Purwakarta Agar Sektor Pertanian Diminati Kaum Milenial

Usaha Pemkab Purwakarta Agar Sektor Pertanian Diminati Kaum Milenial

INILAH, Purwakarta – Sektor pertanian, sebenarnya memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Namun sayang, sampai saat ini sebagian besar masyarakat masih beranggapan jika bertani tidak cukup menguntungkan secara ekonomi.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku, sejauh ini pihaknya melalui dinas terkait terus mendorong supaya sektor pertanian tetap diminati, terutama oleh kaum milenial. Karena, menurutnya, sampai saat ini pertanian menjadi salah satu andalan perekonomian secara nasional.

“Di masa pandemic ini, bertani mungkin bisa menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan taraf perekonomian. Jadi, ini harus terus didorong kepada masyarkat,” ujar Anne selepas kegiatan pencanangan panen padi varietas unggulan dalam rangka Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2020).

Menurut Anne, wilayahnya memiliki karakter tanah dan iklim yang sangat mendukung untuk sektor pertanian. Sehingga, hal ini yang menjadi alasan jajarannya untuk terus menggelorakan semangat bertani kepada masyarakat.

Anne menuturkan, pihaknya cukup berbangga hati karena selama ini hasil pertanian di wilayahnya bisa menjadi salah satu penyumbang bahan pokok beras bagi wilayah Jabodetabek. Karena, dalam setiap tahunnya, hasil produksi petani di wilayahnya kerap mengalami surplus.

Surplusnya hasil produksi pertanian ini bukan tanpa perjuangan. Salah satu yang menjadi indikatornya, karena sejak beberapa tahun ini petani di wilayah tersebut tak kenal lagi dengan yang namanya musim tanam. Jadi, para petani di Purwakarta terus digenjot dalam hal peningkatan indeks pertanaman (IP).

Tak hanya dari sisi produksi, lanjut dia, para petani di wilayahnya pun didorong untuk terus berinovasi. Misalnya, diarahkan untuk memilih benih padi unggulan. Salah satunya, benih padi varietas Tarabas.

“Di kita sudah mulai dikembangkan padi varietas Tarabas. Untuk pengembangannya, kami memanfaatkan sebagian lahan milik pemerintah seluas 23 hektare di Kampung Tegal Onder,” jelas dia.

Seperti diketahui, varietas Tarabas ini merupakan pengembangan dari beras jenis Japonica asal Jepang. Pemerintah, sengaja mengembangkan varietas unggulan ini karena permintaan akan beras terutama untuk pasar restoran Jepang dan Korea yang ada di tanah air cukup tinggi.

“Artinya, dari sisi profit pun ada peluang untuk meningkatkan perekonomian. Makanya ini akan terus kami dorong. Mudah-mudahan setelah di uji coba di lahan pertanian milik pemda, varietas unggulan ini juga bisa ditanam di lahan-lahan pertanian lain di Purwakarta,” jelas dia.

Anne menambahkan, di hari pertanian ini dia berpesan bahwa pertanian ini harus didukung oleh teknologi. Supaya, para millenial ini bisa masuk dalam sektor pertanian. Adapun upaya pemerintah sendiri, terus mendorong melalui pelatihan dengan menyediakan sarana dan pra sarananya kepada kaum millennial ini,

“Insyaallah di 2021 kita akan push terus. Supaya  pertanian ini terus berkembang. Kedepan, Kaum millenial yang harus menjadi ujung tombaknya,” pungkasnya. (Asep Mulyana)