Polisi Ciduk Bandar Sabu di Citapen KBB

Polisi Ciduk Bandar Sabu di Citapen KBB
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Sat Res Narkoba Polres Cimahi menciduk AS (36) lantaran menjadi bandar narkotika jenis sabu. Dari tersangka petugas menyita sebanyak 234 paket siap edar dengan berat bruto mencapai 305,11 gram.

Kapolres Cimahi M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat soal maraknya peredaran narkotika jenis sabu-sabu (metamfetamina).

"Setelah dilakukan penyelidikan anggota langsung menangkap tersangka di daerah Citapen, Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat," katanya, Kamis (24/9/2020).

Setelah menangkap tersangka, polisi melakukan penggeledahan di kontrakan, dan terbukti ada barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 234 paket siap edar dengan berat bruto mencapai 305,11 gram.

"Yang bersangkutan mengkaui selama ini menjual sabu sudah 4 bulan. Harga per ons (100 gram) Rp 100 juta. Jadi barang bukti yang kita sita sebesar Rp 300 juta," katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Yoris menjelaskan, barang terlarang itu didapat dari salah satu Lapas. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengembangan. 

Modus yang digunakan AS dalam mengedarkan sabu cukup unik. Ia menjual pakaian kemudian berkeliling di Kota Cimahi dan KBB. Padahal tujuan utamanya adalah menempelkan sabu-sabu kepada pemesan. Dalam satu hari, tersangka AS sanggup mengedarkan sabu mencapai 50-100 titik. 

Atas perbuatannya, tersangka AS terancam hukuman paling singkat 5 tahun hingga hukuman seumur hidup karena bertentangan dengan Pasal 114 dan 112 Undang-undang Narkotika 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu tersangka AS mengaku terpaksa menjual sabu karena selama ini tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Pakaian yang dijualnya sambil mengantarkan paket sabu pun milik istrinya.

"Sudah 4 bulan kalau ngirim barang, sambil jualan baju keliling punya istri saya," katanya. (Ahmad Sayuti)