Robert Alberts Kesal Tak Mendapatkan Tanggapan PT LIB dan PSSI

Robert Alberts Kesal Tak Mendapatkan Tanggapan PT LIB dan PSSI
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts memastikan timnya akan meninggalkan Bandung pada 1 Oktober. Pasalnya, Madura United yang menjadi lawannya bermarkas di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGRP), Kota Pamekasan, Madura. 

Menurutnya, waktu itu dinilai tepat bagi timnya. Tujuannya agar timnya bisa memiliki waktu istirahat sebelum melakoni pertandingan yang akan digelar Minggu (4/10/2020) mendatang. 

"Kami tidak mau mengambil risiko dan ingin memainkan sepak bola yang bagus selama 90 menit. Jika mulai melakukan perjalanan H-2 dan harus duduk selama 15 jam di bus, dari pengalaman kami, butuh waktu untuk bisa menampilkan performa terbaik," tegas Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (24/9/2020). 

Robert sendiri mengaku cukup kesal dengan jadwal yang diterima timnya dalam mengarungi Liga 1 2020. Bahkan dia sudah memberikan saran kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. 

"Kami sudah sampaikan kepada LIB bahwa jadwal tandang kami sangat sulit. Mereka meminta kami untuk memainkan dua laga tandang sekaligus dengan jarak yang jauh. Dan di saat yang bersamaan kami harus berkendara menggunakan bus," katanya. 

Pertama, timnya harus sudah bertolak dari Bandung menuju Pamekasan, Madura pada 1 Oktober. Perjalanan itu akan menghabiskan waktu kurang lebih 15 jam dikarenakan menggunakan bus. 

Setelah itu, Persib harus bertolak ke Yogyakarta, tepatnya di Sleman untuk menghadapi Barito Putera yang dijadwalkan bertanding pada Sabtu (10/9/2020). 

"Jika kami memilih pulang dulu ke Bandung setelah laga tanggal 4, maka kami bertolak dari Madura tanggal 5 dan butuh waktu 15 jam ke Bandung, maka tanggal 6 kami beristirahat untuk recovery. Dan tanggal 7 kami sudah harus pergi lagi ke Yogyakarta dan dibutuhkan sekitar 8-10 jam perjalanan," bebernya 

Karena itu, Robert meminta pertimbangan dari PT LIB selaku operator kompetisi untuk mengatur jadwal dengan teratur. Sehingga seluruh tim dapat menikmati pertandingan meski dengan jadwal yang cukup padat. 

"Setelah melawan Madura, kami meminta bertanding (melawan Barito) di tanggal 8. Jadi setelah melawan Madura kami bisa langsung melakukan perjalanan ke Yogyakarta menggunakan bus dan tentunya itu lebih nyaman bagi tim dalam hal kualitas dan waktu recovery," jelasnya. 

Namun demikian, Robert merasa permintaannya itu tidak mendapatkan tanggapan dari PT LIB maupun PSSI. Jadwal yang sudah dikeluarkan tetap tak berubah. 

"PSSI dan LIB menolak untuk memperhatikan permintaan kami dan mengabaikan permintaan sangat logis kami untuk membenahi kualitas liga dan recovery lebih bagus untuk pemain kami. Dan juga akan lebih murah untuk pengeluaran. Karena kami harus membayar hotel (selama tur) dan baru tadi saya dengar bahwa kami juga harus membayar biaya bus jika ingin tinggal di Yogyakarta lebih awal," kesal Robert. (Muhammad Ginanjar)