Distanhorbun akan Maksimalkan Ekpor Tanaman Hias

Distanhorbun akan Maksimalkan Ekpor Tanaman Hias

INILAH, Tamansari - Memaksimalkan potensi ekspor tanaman hias, Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor dan Pemerintahan Kecamatan (Pemcam) Tamansari akan menyediakan gedung untuk digunakan sebagai Balai Karantina Pertanian.

Hal ini karena jumlah ekspor tanaman hias di wilayah Kecamatan Tamansari maupun wilayah lainnya di Bumi Tegar Beriman terus meningkat dengan nilai rata-rata per bulan mencapai Rp4,5 miliar.

"Untuk mempermudah petani tanaman hias dalam mengekspor tanaman hiasnya ke Amerika,  Kanada, Jerman, Inggris, Italia, Korea, Taiwan, Malaysia dan Jepang, Distanhorbun, Pemcam Tamansari bersama Kementerian Pertanian dan IPB akan membuat Balai Karantina Tumbuhan, kebetulan Gedung Pemcam Tamansari yang lama tidak terpakai hingga kita tinggal izin untuk pemanfaatannya," ucap Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Dia menerangkan, Gedung Balai Karantina Pertanian ini akan banyak bermanfaat, lebih efesien dan ekonomis karena tanaman hias kita tidak harus menginap di bandara atau pelabuhan jika mau dieksport ke luar negeri.

"Adanya Gedung Balai Karantina Pertanian ini pasti menambah keuntungan petani maupun ekportir tanaman hias karena produknya tidak harus jauh-jauh menginap di bandara atau pelabuhan, nanti dari Tamansari, mobil boks atau truk langsung membawa tanaman hias ke kargo pesawat atau kapal," terangnya.

Nuriyanti menuturkan saat ini Kabupaten Bogor menjadi salah satu sentra tamaman hias di Provinsi Jawa Barat dimana tanaman hias unggulan ialah monstera, philodendron, alokasia, anthurium, scibdapsis, kladi dan aroid.

"Jumlah produksi tanaman hias bunga tangkai sebanyak 5.358.377 tangkai sementara jumlah produksu tanaman hias daun indah mencapai 860.198 pohon. Dari 40 kecamatan, kecamatan penghasil tanaman hias ialah Tamansari, Ciawi, Megamendung, Cisarua, Kemang, Ciseeng dan Gunung Sindur," tutur Nuriyanti.

Dia menjelaskan, dengan banyaknya tanaman hias yang diekspor itu bakal meningkatkan pendapatan petani tanaman hias. Namun  di satu sisi jajarannya akan memperbanyak plasma nutfah hingga Kabupaten Bogor tidak mengalami kelangkaan tanaman hias.

"Memang kalau tanaman hias diekspor harga jual tanaman hias minimal naik 10 kali lipat, tetapi di sisi lain kalau tidak diantisipasi kita akan mengalami kelangkaan tanaman hias. Untuk melindunginya kami akan melakukan plasma nutfah hingga kita memperbanyak bibit-bibit tanaman hias secara maksimal," jelasnya. (Reza Zurifwan)