HJKB ke-210, Masih Banyak Kekurangan yang Harus Diperbaiki

HJKB ke-210, Masih Banyak Kekurangan yang Harus Diperbaiki
istimewa

INILAH, Bandung - Kota Bandung memasuki usia ke-210 tahun. Banyak kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya. Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulayana selama dua tahun ini telah mempercantik kota ini. Meski demikian, ada kekuarangan yang harus diperbaiki, misalnya dari segi infrastuktur.

Melihat kondisi ini, pemerhati komunikasi politik Universitas Pasundan (Unpas) Deden Ramdan mengatakan ada persoalan masalah banjir yang belum diselesaikan Pemerintahan Kota Bandung. 

"Manajemen pengelolaan banjir belum terlihat jelas. Sempat ada tol air, namun hingga kini belum ada kejelasannya,” ujar Deden, Jumat (25/9/2020).

Selain itu, masalah kemacetan yang terus membayangi oleh warga kota Bandung dan sekitarnya. Kemacetan itu tidak hanya sebatas kapasitas jalan, namun juga harus mengkaji terkait jumlah kendaraan yang terus meningkat dari waktu ke waktunya.

Terkait kesehatan Kota Bandung yang belum optimal dalam membantu masyarakat. Pasalnya, jumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tidak berbanding dengan pertambahan penduduk setiap tahunnya. Sehingga, kerap terlihat antrian panjang di puskesmas dari masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Kondisi ini mengganggu pada pelayanan publik lainnya. Karena disamping road map (peta penentu atau petunjuk arah) yang belum jelas. Juga capaian Ridwan Kamil, masih menjadi bayang-bayang bagi sosok pemimpin saat ini,” imbuhnya.

Khusus mengenai Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-210, hal ini bisa menjadi momentum titik balik bagi keduanya. Menurut Deden, kecintaan dan kebanggaan warga Bandung terhadap kotanya belum mampu dicapai selama masa kepemimpinan Oded-Yana.

Tak dapat dipungkiri, wali kota sebelumnya Ridwan Kamil mampu berikan kesan mendalam di hati masyarakat dengan pemikirannya yang visioner.

“Harus diakui sosok Ridwan Kamil telah memberikan akselerasi-akselerasi capaian kerja dan pembangunan infrastuktur yang penuh kejutan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung. Sementara, mohon maaf, di dua tahun kinerja Mang Oded-Kang Yana selama ini, belum menunjukkan hal serupa, meskipun saya yakin keduanya sudah sangat bekerja keras,” paparnya.

Deden menuturkan, pilihan saat ini bagi Oded-Yana adalah membuat gebrakan baru atau meneruskan apa yang telah diwariskan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, selama memimpin kota berjuluk Paris van Java tersebut. 

“Saya meyakini Mang Oded dan Kang Yana seiring berjalannya waktu dapat memberikan capaian kinerja yang bisa menimbulkan kesan bagi warga Kota Bandung,” pungkas Deden. (Okky Adiana)