MUI Jabar: Keselamatan Umat Lebih Penting Daripada Hajat Politik

MUI Jabar: Keselamatan Umat Lebih Penting Daripada Hajat Politik
net

INILAH, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menolak keras pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak di Jawa Barat. Pasalnya, pilkada berpotensi mengancam keselamatan umat dari virus corona atau Covid-19.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar menjelaskan, Pilkada Serentak 2020 dapat berpotensi mendatangkan kemadharatan (musibah) ketimbang mendatangkan kemaslahatan (kebaikan). Sebab, Pilkada serentak saat ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

"Sebenarnya kalau masukan dari para pengurus meminta pilkada itu ditunda saja dulu. Karena itung-itungan kami, kemadaratannya akan lebih besar daripada maslahatnya," ucap Rafani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/9/2020).

Selain itu, lanjut Rafani, berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan MUI Pusat maupun di Jawa Barat bersama ahli epidemiologi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pilkada serentak diprediksikan dapat menyumbang angka positif Covid-19 sebanyak 200-300 ribu pada Desember.

"Kami di sini juga melakukan kajian ilmiah mengundang ahli epidemiologi, jadi Desember ini kan puncak penyebaran Covid-19 dari angka yang terus melonjak, kemudian ditambah kemungkinan angka dari Pilkada itu. Pilkada itu berpotensi berkontribusi menambahkan angka Covid-19 sampai dengan 200-300 ribu angka nasional," ungkap Rafani.

Rafani menjelaskan, dalam kaidah ilmu fiqih lebih baik memprioritaskan untuk menghindari kemadharatan daripada mendatangkan sebuah kebaikan. Artinya, keselamatan rakyat adalah prioritas daripada kontestasi politik.

"Jangan sampai hajat politik ini mengorbankan keselamatan masyarakat. Kan ada kaidahnya dalam usul fiqih menolak kemadaratan harus diprioritaskan daripada mendatangkan kemaslahatan," pungkasnya.

Untuk diketahui, di Jawa Barat sendiri Pilkada Serentak 2020 dilakukan di 8 daerah yaitu Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

Saat ini, tahapan Pilkada serentak akan memasuki masa kampanye terhitung pada 26 September hingga 5 Desember 2020. (Ridwan Abdul Malik)