Kebetulan, Tapi Unik: Pasien Covid Laki-laki Garut 110, Perempuan 110

Kebetulan, Tapi Unik: Pasien Covid Laki-laki Garut 110, Perempuan 110

INILAH, Garut - Ada sejumlah fakta cukup menarik menyangkut perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut untuk dicermati. Kendati, bisa jadi hal itu sebuah kebetulan belaka. 

Salah satunya jumlah kasus positif Covid-19 di Garut semula terus didominasi kalangan laki-laki dalam setiap pekannya, lambat laun dalam perkembangannya terus diimbangi positif Covid-19 kalangan perempuan. Bahkan per 25 September 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut antara laki-laki dengan perempuan mencapai jumlah sama persis, yakni laki-laki sebanyak 110 orang, dan perempuan 110 orang.

Penularan Covid-19 pada klaster tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), dan keluarga belum tampak berkurang, kendati telah dibentuk 'relawan' Covid-19 dari kalangan ASN Pemkab Garut. 

Pemetaan wilayah berisiko terjadi penularan Covid-19 pun seakan terus berkejaran dengan fakta penambahan kasus Covid-19 di lapangan. Seringkali lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi justeru di wilayah kecamatan yang dinilai berisiko sedang (zona oranye) atau rendah (zona kuning). 

Level kewaspadaan Covid-19 tingkat kecamatan yang dipetakan tak selalu identik dengan perkembangan kasus yang terjadi. Semisal Kecamatan Karangpawitan yang sempat masuk zona oranye (rentang 5-14 September 2020) setelah sebelumnya berada di zona merah, ternyata kasus positifnya melonjak. Sehingga kecamatan berbatasan Kecamatan Garut Kota tersebut kembali masuk zona merah (15-20 September 2020) dengan total 16 kasus positif. 

Pun dengan Kecamatan Sukawening yang kini berada di zona merah dengan lonjakan kasus positifnya sekarang mencapai 22 kasus. Kecamatan Leles yang dinilai berisiko rendah atau zona kuning pun belakangan kasus positifnya melonjak menjadi sebanyak 9 kasus. 

Fakta menarik lainnya, pasien positif di Garut didominasi mereka berusia produktif. Dari sebanyak 220 orang positif Covid-19, sebanyak 194 orang di antaranya berusia produktif (15-64 tahun). Sisanya terdiri atas 17 orang belum produktif (berusia 0-14 tahun) termasuk 7 balita, dan 9 orang sudah tak produktif (65 tahun ke atas). 

Jika diklasifikasi berdasarkan usia 44-45 tahun maka pasien positif berusia di bawah 45 tahun lebih dominan, mencapai sebanyak 143 orang. Sedangkan mereka yang berusia 44 tahun ke bawah mencapai sebanyak 77 orang. 

Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pun didominasi usia produktif. Dari sebanyak 10 pasien positif Covid-19 meninggal dunia, sebanyak sembilan orang di antaranya berusia produktif dengan rentang usia 20-68 tahun. Hanya seorang pasien positif meninggal dunia dengan usia sudah tak produktif, tepatnya berusia 68 tahun. Yakni seorang lelaki asal Kecamatan Garut Kota (KC-107).(zainulmukhtar)