Kondisi Pasien Terapi Plasma Covid-19 di Kabupaten Cirebon Membaik

Kondisi Pasien Terapi Plasma Covid-19 di Kabupaten Cirebon Membaik
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Penggunaan terapi plasma bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kondisinya membaik. Ketua Tim Dokter RSUD Waled dr Fariz Malvi Zamzam Zein mengatakan, hingga kini terdapat tiga pasien yang menjalani terapi plasma. Namun, terapi plasma hanya diberikan kepada pasien yang kategorinya berat dan mempunyai riwayat penyakit penyerta.

"Kondisi ketiga pasien  dipastikan membaik setelah diberikan terapi plasma pada pekan lalu," kata Fariz, Minggu (27/9/2020).

Fariz menjelaskan, imunitas dua orang dari tiga pasien yang dirawat, mengalami peningkatan, setelah menjalani pengobatan terapi plasma.
Namun, hasil swab test keduanya masih menyatakan positif Covid-19. Alhasil, mereka masih harus dirawat intensif.

"Untuk satu orang pasien lainnya yang menjalani terapi plasma masih diobservasi di ruang isolasi RSUD Waled. Nanti setelah hasil swab testnya negatif, mereka akan diizinkan pulang," ungkapnya.

Dia menyebutkan, 15 Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Cirebon masuk kategori pendonor terapi plasma.
Menurutnya, 15 orang tersebut telah memenuhi persyaratan umum untuk menjadi pendonor terapi plasma. Calon pendonor tersebut, harus dinyatakan sembuh minimal sejak dua hingga tiga minggu lalu, dan jenis kelaminnya laki-laki. 

Ditanya kenapa harus laki-laki, Fariz beralasan secara medis. Menurutnya, berdasarkan hasil kajian seluler, pada perempuan mengandung zat yang memungkinkan terjadinya suatu reaksi saat darahnya didonorkan kepada orang lain. Reaksi tersebut tidak terjadi pada semua perempuan dan bisa dilakukan pemeriksaan awal untuk mengecek zat itu. Namun, hal itu akan berakibat pada tingginya cost yang harus dikeluarkan karena prosesnya lebih panjang.

"Kami meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko semacam itu dan mensyaratkan pendonor terapi plasma haruslah laki-laki. Kita ambil jalan tengah yang memudahkan untuk prosesnya, dan memutuskan pendonor hanya laki-laki," paparnya.

Terpisah, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengaku bangga dengan adanya terapi plasma bagi pasien yang terkonfirmasi covid-19. Untuk wilayah III Cirebon, mungkin ini adalah terapi pertama dan merupakan terobosan baru dalam mengobati Covid-19. Untuk itu, Pemkab mendukung penuh usaha medis yang di koordinir Dinkes Kabupaten Cirebon. Bagaimanapun, harus ada terobosan medis untuk mengobati Covid-19 yang sangat berbahaya ini.

"Sebagai bupati, saya bangga dengan terobosan medis yang dilakukan para dokter dan dinas kesehatan kabupaten Cirebon. Pemkab mendukung penuh langkah ini. Semoga terus bisa dikembangkan dan menjadi contoh positif," tukas Imron. (Maman Suharman)