Dugaan Pengrusakan Segel Pol PP Dilaporkan ke Kepolisian

Dugaan Pengrusakan Segel Pol PP Dilaporkan ke Kepolisian
istimewa

INILAH, Bogor - Satpol PP Kota Bogor tidak main-main terhadap aksi pengrusakan segel yang diduga dilakukan pihak Pangrango Cafe pada 14 September lalu. Melalui Kabag Hukum dan HAM Setda, mereka membuat laporan polisi bernomor LP/511/B/IX/2020, akhir pekan lalu.

Segel dipasang jajaran Satpol PP pada 12 September 2020 karena pihak Pangrango Cafe dinilai telah melanggar jam operasional pada penerapan PSBMK di Kota Bogor.
Kabag Hukum dan HAM Alma Wiranta membenarkan adanya laporan polisi ini. Menurutnya, Satpol PP sudah melaksanakan tugas dengan dilindungi aturan yang ada, salah satunya aturan saat pelaksanaan PSBMK di Kota Bogor beberapa waktu lalu, seperi Perwali Nomor 110 Tahun 2020.

“Apa yang sudah dilakukan Satpol PP tidak ada yang salah. Mereka melaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Kami mengambil tindakan saat PSBMK tersebut, sebenarnya untuk langkah antisipatif, bukan reaktif, terutama dalam menekan penambahan angka positif Covid-19,” terang Alma, Minggu (27/9/2020).

Alma melanjutkan, langkah Pemkot Bogor, adalah melaporkan terlebih dahulu kasus pengursakan segelnya. Nanti, pihak kepolisian akan meneliti lebih lanjut peristiwa pidananya akan seperti apa. Tentunya, sebelum melakukan pelaporan, pihaknya telah memiliki sejumlah bukti kuat yang sudah diberikan kepada pihak kepolisian juga.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach menjelaskan, saat ini pihaknya tidak akan banyak memberikan komentar. Karena laporan polisi sudah dilakukan oleh Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor. Yang jelas, pihaknya siap kooperatif jika polisi membutuhkan data atau keterangan terkait kasus pengrusakan segel ini.

Sebelumnya, kepada sejumlah wartawan, manajemen Pangrango Café menyatakan bahwa kafe tersebut adalah bagian dari fasilitas hotel. Dia juga memastikan setelah dipasang garis, tak ada kegiatan apapun di kafe tersebut.

Menurut pemilik Pangrango Group, Muammar Thoriq, pihaknga masih memegang teguh Surat Edaran Wali Kota Bogor tentang penerapan protokol kesehatan di hotel. Dimana edaran itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 110 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSMBK).

“Kami mengacu ke sana, di mana ada poin yang mengatakan bahwa kegiatan MICE yang diadakan di hotel masih dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Muammar kepada sebuah media.

Oleh karena itu, Muammar menegaskan, Pangrango Cafe merupakan salah satu fasilitas hotel. Sehingga, tindakan Satpol PP dinilai tak sesuai dengan amanat wali kota tersebut. (Rizki Mauludi)