Harga Terjangkau, Nokia C1 Hadir di Indonesia

Harga Terjangkau, Nokia C1 Hadir di Indonesia
istimewa

INILAH, Jakarta - HMD Global resmi menghadirkan Nokia C1 di Indonesia dengan harga di bawah Rp 1 juta, terbilang cukup ramah kantong.

Nokia C1 menyasar mereka yang ingin beralih dari ponsel fitur (feature phone) ke ponsel pintar (smartphone). Oleh karena itu, kapasitas yang disematkan ke dalam perangkat entry-level ini cukup untuk melakukan tugas-tugas sederhana.

"Seiring kebutuhan konsumen di Indonesia untuk meng-upgrade dari ponsel fitur ke smartphone, kami ingin memastikan yang kami tawarkan adalah sebuah perangkat dengan kualitas, keandalan, dan kemudahan dalam penggunaan dari brand Nokia," kata Karen Holub, General Manager HMD Global Indonesia, dalam keterangan tertulisnya.

Nokia C1 hadir dengan RAM sebesar 1GB, diimbangi dengan kapasitas penyimpanan internal 16GB yang dapat diperluas dengan kartu memori hingga 64GB.

Smartphone yang masih mendukung jaringan 3G ini ditenagai oleh prosesor quad-core 1.3GHz dan berjalan dengan sistem operasi Android 9 Pie Go Edition.

Menariknya, Nokia C1 dapat digunakan untuk dua kartu SIM ukuran nano dan memiliki satu slot untuk kartu microSD.

Layar sentuh berukuran 5,45 inci pada handset anyar ini menggunakan panel IPS dengan resolusi FWVGA+ yang dikemas dalam bodi perangkat berbahan polikarbonat.

Untuk kamera, Nokia C1 memiliki sebuah kamera belakang beresolusi 5MP bukaan f/2.4 yang dilengkapi LED Flash. Sementara di bagian depan, smartphone ini juga punya satu kamera 5MP yang juga telah dilengkapi LED Flash.

Nokia C1 menggunakan baterai yang dapat dilepas berdaya 2500mAh, yang dapat diisi ulang dengan kabel micro USB.

HMD Global, selaku pemegang lisensi ponsel Nokia, memberikan fitur tombol Google Assistant agar pengguna bisa merasakan pengalaman menggunakan asisten virtual, misalnya untuk mengaktifkan fitur-fitur di dalam smartphone ini.

Hadir dalam pilihan warna hitam dan merah, Nokia C1 dibanderol dengan harga Rp849.000, yang disertai dengan pembaruan keamanan selama dua tahun. (inilah.com)