Menyambut Bonus Demografi, Pemuda Harus Jadi Penggerak Kebaikan

Menyambut Bonus Demografi, Pemuda Harus Jadi Penggerak Kebaikan

INILAH, Bandung-Jumlah usia produktif akan lebih besar disandingkan penduduk muda dan lansia, menyusul bonus demografi yang akan mendatangi Indonesia beberapa tahun mendatang. Hal ini dinilai bakal menjadi penopang besar bagi kemajuan Bangsa Indonesia bila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan anggota MPR RI Ledia Hanifa Amaliah di hadapan para pemuda dari berbagai elemen masyarakat di Hotel Pia, Kota Bandung, Minggu (27/9/2020)

“Jumlah yang banyak ini hanya akan bermanfaat maksimal bila diiringi kualitas sumber daya manusia yang baik. Kita menyebutnya sebagai SDM Unggul, yang memiliki keterpaduan antara iman takwa, ilmu pengetahuan, kesehatan, kreatifitas serta kepedulian sosial,” ujar Ledia.

Dalam rangkaian acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Ledia mengingatkan tanggung jawab besar yang akan diemban para pemuda ini di masa datang. Di mana Anak muda saat ini akan menerima tongkat estafet kepemimpinan para senior saat ini.

"Dan ini bukan sesuatu yang instan, sehingga harus dilatih dari sekarang, dengan mengasah diri menjadi penggerak kebaikan dan menyiapkan diri untuk menjadi SDM Unggul yang dibutuhkan Bangsa dan Negara kelak," katanya.

Anggota MPR RI dari Fraksi PKS ini lantas mejabarkan pula pentingnya anak muda memahami nilai-nilai kebangsaan berupa Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Di era industri 4.0 dimana hampir semua lini kehidupan akan terhubung dengan internet, berbagai ideologi, isme, nilai dengan mudahnya menghampiri akan menghampiri.Terlebih, lanjut dia, terhadap anak muda yang masih haus akan ilmu pengetahuan.

"Tak ada masalah dengan menyerap berbagai ilmu, tetapi kita perlu memahami dan  menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan kita sendiri sehingga kita tetap dapat menjaga jiwa nasionalisme, menghidupkan ruh sejarah dan nilai-nilai kearifan budaya Indonesia di tengah keluasan wawasan global yang semakin tak bersekat," paparnya.

Selain itu, Ledia yang merupakan Sekretaris Fraksi PKS ini juga mengingatkan para pemuda untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, terlebih di masa pandemi ini.

“Memastikan fisik dan mental kita selalu sehat adalah keniscayaan. Pola hidup sehat harus dijadikan lifestyle. Berolahraga secara teratur, makan dengan gizi imbang, cukup minum air putih, tidak merokok, cukup istirahat, banyak bersyukur dan tidak mudah baperan adalah beberapa contoh aktivitas yang bisa menjaga kesehatan fisik dan mental. Apalagi di saat pandemi tengah melanda dunia saat ini.”

Menjaga kesehatan fisik dan mental, menurut Ledia adalah salah satu bentuk kesyukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus sebentuk tanggungjawab pada Bangsa.

“Menjaga kesehatan fisik dan mental ini tanda kita bersyukur pada Allah Swt dan sebentuk tanggung jawab kita akan masa depan yang lebih baik. Karena kita memiliki tugas kepemimpinan masa depan, maka kita perlu memberikan yang terbaik bagi Bangsa dan Negara termasuk kesiapan fisik dan mental yang prima," pungkasnya. (riantonurdiansyah)