Bulan Depan, Perbaikan Jembatan Bodem yang Ambruk Mulai Dikerjakan

Bulan Depan, Perbaikan Jembatan Bodem yang Ambruk Mulai Dikerjakan
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta – Awal April 2020, peristiwa nahas terjadi di Desa Karang Mukti, Kecamatan Bungursari. Ya, sebuah jembatan penghubung antar kecamatan yang lokasinya persis di wilayah itu tetiba ambruk.

Jembatan Bodem, begitulah warga di sana menyebutnya. Adanya kejadian ini, sontak saja membuat geger warga, termasuk pengguna jalan yang saat itu melintas. Apalagi, ada sejumlah warga yang menjadi korban tertima reruntuhan material dari jembatan yang mengalami ambruk tersebut.

Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Pengairan Kabupaten Purwakarta Ryan Oktavia menuturkan, sejak peristiwa itu terjadi pihaknya langsung melakukan serangkaian upaya supaya jalur tersebut bisa kembali dilalui. Mengingat, jembatan tersebut selama ini menjadi akses alternatif penghubung antara Kecamatan Bungursari dan Cempaka.

“Untuk perbaikan, mungkin akan dilakukan di bulan depan. Ditargetkan hingga akhir tahun ini beres. Kami telah mengalokasikan di APBD perubahan sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan jembatan tersebut,” ujar Ryan kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Namun, Ryan menjelaskan akses penghubung yang akan dibangun dengan anggaran perubahan itu hanya jembatan sementara alias jembatan berry yang sifatnya darurat. Mengingat, untuk membangun sebuah jembatan besar dengan kontuksi besi, anggarannya cukup besar. Di sisi lain, kemampuan anggarannya belum memadai.

“Secara operasional sih, jalur itu masih bisa dilalui kendaraan. Ada jalan yang dibuat inisiatif oleh warga, namun itu kan tidak bisa dilalui oleh mobil. Jadi, kami membuat jembatan sementara nanti untuk bisa dilalui mobil,” jelas dia.

Ryan menjelaskan, pihaknya memang berencana membangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang ambruk itu. Namun, kata dia, untuk membangun jembatan permanen dibutuhkan kematangan perencanaan. Mengingat, tanah di lokasi itu cukup labil.

“Butuh penelitian dan kematangan perencanaan. Kami tak bisa begitu saja membangun jembatan permanen baru. Karena, jangan sampai pengalaman kemarin (ambruk) itu terjadi lagi dan menjadi evaluasi bagi kami. Intinya, jembatan permanen masih direncanakan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)