Komisi II DPRD Bogor Desak PDAM Ambil Alih SPAM Sentul City

Komisi II DPRD Bogor Desak PDAM Ambil Alih SPAM Sentul City

INILAH, Bogor-Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Hanafi mendesak PDAM Tirta Kahuripan segera mengambil alih pengeloaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari PT. Sukaputra Graha Cemerlang (SGC).

Hal itu sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 85/PUU-XI/2013 dan juga seiring habisnya tenggat waktu masa peralihan pengelolaan SPAM di Komplek Perumahan Sentul City pada, Jumat, (31/7) lalu.

"Sesuai peraturan dan rekomendasi Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor mendesak PDAM Tirta Kahuripan untuk mengambil alih pengelolaan SPAM dari tangan PT. SGC," kata Hanafi kepada wartawan, Rabu, (30/9).

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menambahkan dengan diambil alihnya pengelolaan SPAM, selain menghindari PDAM Tirta Kahuripan dari ancaman hukuman juga akan menambah cakupan pelayanan pelanggan air.

"PDAM Tirta Kahuripan kan terancam dilaporkan oleh Komite Warga Sentul City (KWSC) apabila tidak juga melaksanakan pengambil alihan pengelolaan SPAM di Komplek Perumahan Sentul City dan dengan mengambil alih, secara otomatis menambah cakupan layanan yang beberapa waktu lalu hanya mencapai 27 persen," tambahnya.

Mengenai klaim juru bicara PT. Sentul City Alfian Mujani yang menyatakan PDAM Tirta Kahuripan pasti rugi apabila mengambil alih pengelolaan SPAM dari PT.SGC, politisi Partai Demokrat ini pun menampiknya.

"Ini bukan klaim masalah rugi yang masih bida diperdebatkan dengan mengaudit laporan keuangan anak perusahaan PT. Sentul City tersebut, tetapi ini lebih ketaatan hukum dimana pengelolaan sumber daya air harus dikelola oleh negara dan bukannya seperti saat ini," ungkap Hanafi.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor lainnya dari Fraksi Partai Golkar Ahmad Tohawi menambahkan apabila pipa air yang diklaim milik PT. Sentul City dan bukan bagian dari fasilitas sosial ataupun umum haruslah dibayar, maka ia pun mendukung apabila Pemkab Bogor membeli jaringab pipa air dari Jalan Raya Kandang Roda hingga titik batas Komplek Perumahan Sentul City.

"Harusnya sih PT Sentul City selaku developer menyediakan fasilitas sosial atau fasilitas umum berupa instalasi jaringan pipa atau ketersediaan air bersih, namun kalaupun harus dibeli kami mendukung saja asalkan ada penilaian aset yang menyusut yang dilakukan oleh akuntan publik," tambah Tohawi.

Mendapat desakan dari Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sekda Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Dewan Penasehat PDAM Tirta Kahuripan Burhanudin berjanji pada Bulan Oktober tahun ini PDAM Tirta Kahuripan segera mengambil alih pengelolaan SPAM Komplek Perumahan Sentul City dari PT. SGC.

"PDAM Tirta Kahuripan dan jajaran Setda Kabupaten Bogor sedang memproses pengambil alihan pengelolaan SPAM dan perjanjian MoU dengan PT. SGC, mudah-mudahan Bulan Oktober nanti amanat pengambil alihan SPAM di Komplek Perumahan Sentul City tersebut segera terwujud," tukas Burhanudin. (Reza Zurifwan)