Sebulan, Polda Ungkap 3 Kasus Narkotika, Barbuk 1 Kg Sabu

Sebulan, Polda Ungkap 3 Kasus Narkotika, Barbuk 1 Kg Sabu
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Total, barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 1 kilogram narkotika jenis sabu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu bulan. Pengungkapan tersebut, dilakukan di tiga wilayah diantaranya Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bogor.

"Dalam waktu satu bulan kami berhasil mengungkap tiga kasus dan barang bukti dalam bentuk sabu kurang lebih 1 kilogram," ucap Erdi saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Ditemui ditempat yang sama, Direktur Ditresnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy AS, mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan pada tanggal 1, 3, dan 29 September 2020. Dari ketiga kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka.

"Kita amankan tiga tersangka, satu kasus satu tersangka," ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, semua tersangka yang diamankan adalah kurir narkotika. Modusnya, dengan cara mengambil kiriman narkotika yang ditempel di sebuah tempat yang sudah ditentukan oleh bandar.

"Modusnya kiriman dari seseorang yang baru kenal melalui komunikasi hp istilahnya barangnya ditempel, kemudian melalui komunikasi hp dibuatkan denah peta dan diambil oleh tersangka. Posisinya sebagai kurir semuanya," ungkap Rudy.

Rudy menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap ketiga tersangka. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang terungkap dalam ketiga kasus tersebut.

"Kasus ini belum berhenti, masih kita kembangakan dan kita akan berusaha menangkap yang lain," pungkasnya.

Untuk diketahui, atas perbuatannya, para tersangka terancam terjerat pasal 114 dan 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau pidana paling singkat 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (Ridwan Abdul Malik)