Perubahan RPJMD, Tiga Hal Ini yang Jadi Fokus Purwakarta

Perubahan RPJMD, Tiga Hal Ini yang Jadi Fokus Purwakarta
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pelaksanaan program kerja Pemerintah Kabupaten Purwakarta di 2020 ini belum bisa berjalan optimal. Bukan tanpa alasan, karena adanya pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung sejak akhir Maret lalu itu. Imbasnya, banyak program kerja tertunda akibat adanya peralihan anggaran.

Merujuk pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2018-2023, sebelum pandemi Covid-19 tercatat ada empat program yang menjadi misi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika selama memimpin wilayah ini.

Misi tersebut yakni meningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial; meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan professional; mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal dan pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan yang berkelanjutan: serta mewujudkan perekonomian rakyat yang kokoh berbasis desa.

Namun, di tengah pandemi ini Pemkab Purwakarta terpaksa harus melakukan perubahan misi pembangunan yang sebelumnya telah tertuang dalam RPJMD tersebut. Refocusing ini juga merujuk pada target RPJMN yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dia menyadari betul jika wabah Covid-19 ini telah menyebabkan kontraksi pada perekonomian dunia. Tentunya, kondisi ini juga berimbas hingga tingkat daerah. Karena dengan begitu, pemerintah harus mengubah target pembangunan yang sejalan dengan pemerintah pusat.

“Salah satu upaya kami, dengan merealokasi anggaran daerah dan merefocusing program pembangunan yang sebelumnya telah tertuang dalam RPJMD. Hal ini, juga merujuk pada arahan pemerintah pusat,” ujar Anne saat membuka kegiatan musyawarah rencana pembangunan daerah (Musrenbang) perubahan di Aula Yudistira, Pemkab Purwakarta, Rabu (30/9/2020).

Anne pun menyadari, pandemi Covid-19 memaksa pemerintah baik itu pemerintah ousat hingga pemerintahan daerah untuk melakukan upaya re-alokasi anggaran guna mengurangi dampak Covid-19 di Kabupaten Purwakarta. Dengan begitu, sebagai bentuk konsekuensinya, banyak kegiatan khususnya yang bersifat infrastruktur ditangguhkan bahkan dihentikan, secara nasional termasuk di daerah.

“Karena dengan adanya wabah virus, alokasi anggaran pembangunan semua difokuskan pada tiga aspek. Yakni, untuk penanganan kesehatan, pengaman jaring sosial masyarakat, serta pemulihan ekonomi. Artinya, ada beberapa program kegiatan prioritas pembangunan yang ada di semua dinas teknis, terimbas wabah ini. Sehingga, banyak pelaksanaannya yang tertunda sampai situasi kembali normal,” tambah dia. (Asep Mulyana)