Warga Tuding Vila Penyebab Bencana Alam, Sekcam Cigombong Membantah

Warga Tuding Vila Penyebab Bencana Alam, Sekcam Cigombong Membantah
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasir Jaya, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombon, Kabupaten Bogor maupun Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi patur diduga akibat alih fungsi lahan di Gunung Salak Endah.

"Patut diduga ada alih fungsi lahan karena diatas Gunung Salak Endah terutama di Desa Pasir Jaya, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombon, Kabupaten Bogor maupun Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi banyak bangunan vila, salah satu contoh yang saya ketahui persis ada vila berharga miliaran rupiah milik warga Negara Oman yang rusak diterjang banjing atau longsor di Desa Pasir jaya," tutur warga Kecamatan Cigombong bernama Andi kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Pria yang berprofesi sebagai wira swasta ini berharap pasukan penegak peraturan daerah (Perda) Kabupaten Bogor maupun aparat Kecamatan Cigombong berani menertibkan bangunan vila tak berizin di area Gunung Salak Endah.

"Satpol PP jangan hanya bangunan milik pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Puncak, Gunung Gede Pangrango saja yang ditertibkan tetapi lakukan juga penertiban vila tak berizin di wilayah Kecamatan Cigombong," harapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Kecamatan Cigombong Asep Achdiat Sudrajat menampik bencana alam banjir bandang dan tanah longsor akhir pekan lalu dikarenakan alih fungsi lahan di Gunung Salak Endah tetapi dikarenakan siklus belasan hingga puluhan tahun.

"Memang ada vila dan beberapa rumah yang rusak di Desa Pasir Jaya dan Tugu Jaya, namun itu bukan karena ada alih fungsi lahan ataupun kesalahan tanam tetapi menurut tokoh masyarakat setempat berusia 80 tahun hal ini terjadi karena siklus 15 hingga 20 tahun plus karena derasnya hujan yang turun atau cuaca ekstrim pada pekan lalu," ucap Asep.

Mantan Kabid Tenaga Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor ini menambahkan bahwa setelah ditelusuri ke sumber tanah longsor, telah terjadi peralihan aliran Sungai Ciseureuh pada saat kejadian banjir bandang maupun tanah longsor.

"Peralihan aliran air di Sungai Ciseureuh memang karena air mencari jalannya sendiri, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga telah merusak sumber air milik warga Kampung Palalangon, Desa Pasir Jaya dan saat ini dari kebutuhan warga, kami masih butuh lagi bantuan pipa air setelah sebelumnya mendapatkan bantuan pipa air dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor," tambahnya. (Reza Zurifwan)