Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Disiplin Sambil Menunggu Vaksin

Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Disiplin Sambil Menunggu Vaksin
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Istimewa)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat agar menyiapkan mental mengingat normalisasi dari Pandemi Covid-19 diprediksi baru terjadi pada 2022 mendatang. Hal tersebut bersamaan dengan rampungnya seluruh proses eksperimen, testing,  produksi, distribusi juga penyuntikan vaksin. 

Kendati demikian, pihaknya bakal terus mengupayakan dengan sebaik mungkin epidemiologi tentang pola penyebaran virus tersebut.

"Saya menyampaikan secara transparan apa adanya, harus siap siap secara mental bahwa proses ini mungkin sepanjang 2021. Sehingga normalitasnya baru betul betul bisa hadir ke kita 2022," ujar Ridwan Kamil, Rabu (30/9/2020).

Ridwan Kamil menyanpaikan, saat ini dinamika naik turun kasus Covid-19 di Jabar masih berlangsung. Karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memohon kepada masyarkat agar terus menerapkan disiplin mengenai protokol kesehatan sambil menunggu Vaksin benar-benar siap digunakan. 

"Jadi hanya dengan itulah kita bisa produktif hidup sambil menunggu vaksin," ucap dia.

Berdasarkan catatan, dia memaparkan, terjadi sekitar 690 ribu pelanggar protokol kesehatan di Jawa Barat pada pekan ini. Di mana mayoritas pelanggaran yaitu tidak menggunakan masker di tempat umum. 

Dia menilai, kebijakan di Provinsi Jabar sendiri saat ini sudah terbilang taktis. Ketika menemukan daerah degan zona merah atau statistik pelanggaran tinggi maka Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi akan mengirimkan tim terotorial ke lokasi tersebut.  

"Contoh sekarang kan kota dan kabupaten Cirebon Pak Kapolda menugaskan pejabat pejabat utama untuk bertanggung jawab mengendalika dan menurunkan zona merah ke zona lebih ringan," ungkapnya. 

Diketahui, Ridwan Kamil beserta  tiga pimpinan Forkopimda Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi telah menjalani kunjungan keempat dalam uji coba klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). Pada kesempatan ini mereka menjalani pengambilan darah pertama setelah dua pekan sebelumnya diimunisasi kedua di tempat yang sama. 

Emil -sapaan Ridwan Kamil- berharap terjadi reaksi peningkatan antibodi sesuai yang diharapkan mendekati 90% sehingga bisa dikategorikan  memiliki imunitas terhadap Covid-19. Di mana setelah pengambilan darah yang pertama harusnya darah mereka bereaksi setelah dua minggu ini. 

Selanjutnya, dia menyampapaikan, pengetesan akan kembali dilakukan pada Desember ini.

"Setelah itu akan diteliti kemungkinan hasil akhirnya. Mohon doanya pengambilan darah pertama hasilnya bagus kemudian pengambilan darah kedua di Desember juga bagus mengkonfirmasi kesuksesan vaksin," katanya. 

Setelah pengetasan pada Desember nanti, menurut dia, maka hingga Maret 2021 nanti  masuk dalam tahap pengecekan dampak kesehatan dari peserta uji klinis vaksin. Namun karena urgensi dan emergency covid ini luar biasa kemungkinan sampai Desember ada kesimpulan.

"Kalau kesimpulannya baik sambil berproses menuju Maret mungkin produksi vaksin yang kita lakukan bisa kita mulai di Biofarma, " kata dia. 

Emil melanjutkan, saat ini memang sudah ada merk vaksin-vaksin yang lain. Hanya saja, jumlahnya terbatas dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri. 

"Sehingga saya kira dari semua yang ada ini, yang paling bisa kita andalkan adalah yang diproduksi di Biofarma, di dalam negeri dengan jumlah kapasitas sesuai kita harapkan, dengan sepuluh atau ratus juta dikali dua kali suntikan," imbuh dia. 

Emil juga sudah memonitor sekaligus mendukung pemerintah pusat yang sedang melakukan simulasi distribusi logistik karena tanah Indonesia kepulauan yang menjadi tantangan dalam distribusi logistik. 

"Setelah distribusi logistik kita doakan proses penyuntikan juga bisa berlangsung tidak terlalu lama," pungkasnya. (riantonurdiansyah)