Hotel Menolak Jadi Tempat Isolasi OTG, Begini Respons Ridwan Kamil

Hotel Menolak Jadi Tempat Isolasi OTG, Begini Respons Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Istimewa)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak mempermasalahkan bilamana ada hotel di Jawa Barat yang membatalkan untuk menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG). Hal itu artinya hotel tersebut telah melihat peluang adanya potensi peningkatan ekonomi selain mengandalkan dari pemerintah. 

Ridwan Kamil menjelaskan, wacana menggunakan hotel sebagai tempat isolasi tersebut memang bertujuan sebagai pemulihan ekonomi. 

"Jadi kalau hotel menolak, berarti dia sudah melihat ada potensi pemulihan ekonomi tanpa menunggu dibayari pemerintah. Itu bagus," ujar Ridwan Kamil,  Rabu (30/9/2020).

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, bilamana hotel tersebut memiliki bisnis reguler maka tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi tempat isolasi. Mengingat, hal ini bersifat pilihan. 

"Kalaupun semua hotel nggak mau, nggak ada masalah juga, kita akan cari tempat lain untuk isolasi," ucapnya. 

Yang perlu dipahami, dia menjelaskan, anggaran tempat isolasi mandiri untuk OTG ini akan dibayarkan oleh pemerintah pusat. Di mana saat ini masih dalam perhitungan untuk menemukan harga wajar. 

"Tapi kalau ditanya kapan (kepastian hotel jadi tempat isolasi) saya masih terus mengkomunikasikan dengan pemerintah pusat," pungkasnya. 

Sebelumnya Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar Herman Muchtar mengatakan, sejak semula sebanyak 17 hotel telah bersedia menjadi tempat isolasi. Sempat pula meningkat menjadi 23 hotel, namun saat ini kembali menurun menjadi 17 hotel. 

"Mereka ada yang tidak memenuhi persyaratan, seperti hotel bintang melati juga ada yang bersatu dengan mall. Kemudian ada juga yang merasa, karena ini kan menuju akhir tahun biasanya akan ramai, jadi mereka memilih beroperasi biasa. Nah jadi sekarang tinggal 17," ujar Herman, Senin (28/9/2020).

Saat ini, dia mengaku, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah mengenai penggunaan hotel untuk tempat isolasi. Khususnya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang rencananya akan melaksanakan rapat dengan pemerintah pusat.

Dia berharap, penggunaan hotel sebagai tempat isolasi ini bisa segera diputuskan, baik itu mengenai jumlah ruangan yang dibutuhkan dan berapa hotel yang akan dibutuhkan. Jangan sampai kepastian ini terus diundur karena pihak manajemen perhotelan pun berkejar-kejaran dengan pemesanan dari masyarakat menjelang akhir tahun.

Menurut dia, setiap akhir tahun mulai dari November sampai Desember jumlah okupansi masyarakat yang menginap di hotel akan melonjak. Bilamana pemesanan ini menumpuk maka akan lebih sulit melakukan pembatalan menginap bagi konsumen yang telah memesan kamar lebih dulu.

"Kami masih menunggu berita itu," katanya. (riantonurdiansyah)