Jumlah Kematian Akibat COVID-19 Capai 1 Juta

Jumlah Kematian Akibat COVID-19 Capai 1 Juta
ilustrasi

INILAH,  Baltimore - Menurut data dari John Hopkins University, sudah ada lebih dari 1 juta orang di dunia yang meninggal akibat COVID-19. Dan angka tersebut kemungkinan bisa meningkat.

IFL Science melansir, pihak berwenang khawatir jumlah kematian akan mencapai 2 juta sebelum vaksin yang layak berhasil dikembangkan dan diluncurkan.

Dari 1 juta kematian saat ini, lebih dari setengahnya terjadi di AS (lebih dari 205.000 kematian yang dikonfirmasi), Brasil (142.000), India (96.000) dan Meksiko (76.600).

Kurang dari 10 bulan setelah virus corona dikonfirmasi pertama kali di Kota Wuhan, China, wabah tersebut memberikan dampak besar di seluruh dunia. Membawa penderitaan yang tak terukur pada kehidupan.

"Dunia sedang menghadapi sejarah yang menyedihkan: hilangnya 1 juta nyawa akibat pandemi COVID-19. Angka yang sangat mengejutkan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pesan video, Selasa kemarin (29/9/2020).

Para peneliti mengatakan, jumlah kematian yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan. Mengingat ada pengujian dan pelaporan yang tidak memadai atau tidak konsisten di beberapa wilayah, juga dugaan penyembunyian oleh sejumlah negara.

Dalam beberapa waktu mendatang, para ahli kesehatan memperkirakan, jumlah kematian saat ini bisa berlipat ganda menjadi 2 juta karena vaksin belum siap. Apalagi dengan musim dingin yang semakin dekat di belahan Bumi utara.

"Bukan tidak mungkin jumlah kematian akan bertambah saat vaksin belum tersedia. Bahkan saya bisa mengatakan bahwa itu sangat mungkin terjadi (jumlah kematian berlipat ganda)," ungkap Kepala Program Darurat PBB Dr. Michael Ryan.

Hingga saat ini, masih belum jelas kapan target vaksin bisa tercapai, namun diharapkan pada pertengahan 2021. (inilah.com)