Soal Gempa dan Tsunami, Tim Riset ITB Imbau Masyarakat Lakukan Langkah-langkah Ini

Soal Gempa dan Tsunami, Tim Riset ITB Imbau Masyarakat Lakukan Langkah-langkah Ini
Ilustrasi/Net

INILAH, Bandung - Potensi gempa dan tsunami harus disikapi dengan kembali meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat yang ada di kawasan pesisir harus kembali melihat ulang kemana harus evakuasi jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

Salah satu anggota tim riset Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahli Tsunami, Abdul Muhari mengatakan jika terjadi gempa dirasakan di kawasan pesisir baik itu lemah maupun kuat tetapi goncangannya menerus selama lebih dari 20 detik, maka masyarakat harus segera evakuasi.

Pengalaman tsunami tahun 2006 di Pangandaran dan Mentawai 2010 menunjukkan bahwa guncangan gempa dirasakan sangat lemah oleh masyarakat akan tetapi ternyata diiringi oleh tsunami. Jadi jika gempa terasa menerus selama lebih dari 20 detik, masyarakat harus segera evakuasi ada atau tidak peringatan dini secara resmi dari pemerintah.

"Siapkan selalu tas siaga, rencanakan dengan keluarga dimana harus evakuasi jika terjadi bencana dan jika pada saat itu masing-masing anggota keluarga terpisah satu sama lainnya, maka nanti bisa bertemu di tempat evakuasi yang sudah ditentukan. Rencana evakuasi di tiap keluarga sangat penting, karena bisa saja tsunami terjadi siang, sore, atau malam," papar Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB ini, Kamis (1/10/2020).

Selain itu kata Abdul, pemerintah daerah wajib menyusun rencana penanggulangan bencana berbasis kajian risiko bencana yang lebih detil di daerah masing-masing. Rencana penanggulangan bencana ini nanti akan diturunkan menjadi rencana kontijensi yang berisikan skenario siapa berbuat apa dalam konteks kedaruratan. Semua daerah kab/kota harus memiliki dokumen Kajian Risiko Bencana dan rencana kontijensi.

"Viral nya pemberitaan mengenai hasil kajian ini merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi kita. Media berperan sangat penting untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat untuk menjamin proses pembelajaran ini bisa berjalan baik dan mencegah terjadinya distorsi informasi," tambahnya. (Okky Adiana)