Pos Indonesia Raih Penghargaan Brand Strengh dan Social Economy Contribution

Pos Indonesia Raih Penghargaan Brand Strengh dan Social Economy Contribution
istimewa

INILAH, Bandung - Dari ajang BUMN Brand Award 2020 Millenial’s Choice, PT Pos Indonesia meraih penghargaan Brand Strengh, Social Economy Contribution dengan predikat Gold Winner.

VP Product Management dan Marketing PT Pos Indonesia Tata Sugiarta mengatakan, predikat tertinggi yang diterima itu menjadi suatu kehormatan dan apresiasi atas kepuasan pelanggan. Untuk itu, pihaknya berjanji akan semakin meningkatkan pelayanan ke depannya. 

“Kami merasa terhormat untuk dapat menerima penghargaan ini. Tentunya, kami juga berterima kasih kepada para pelanggan, mitra bisnis serta seluruh insan pos atas kepercayaan dan dukungannya yang telah menjadikan Pos Indonesia sebagai salah satu BUMN yang dipercaya telah memberikan kontribusi besar dalam bidang sosial,” kata Tata, Kamis (1/10/2020).

Menurutnya, apresiasi kepada perusahaan BUMN ini merupakan tahun kedua Iconomics menggelar BUMN Brand Award. Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara tahun ini digelar secara virtual. 

BUMN Brand Award merupakan ajang apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjadi pemimpin pasar di tengah industri yang kompetitif dan berhasil membangun brand yang konsisten dalam menjaga kepuasan pelanggan serta telah memberikan kontribusi sosial ekonomi kepada masyarakat.

Pada tahuh ini, perusahaan-perusahaan BUMN akan dilihat dari empat indikator penilaian. Yakni, market dominance, brand strength, customer satisfaction, dan social economy contribution. 

Dalam market dominance yang akan dilihat jumlah penggunaan produk dan jasa perusahaan BUMN yang disurvei. Sedangkan, brand strength menyangkut jumlah responden yang mengetahui keberadaan brand. 

Iconomics juga melihat aspek customer satisfaction yang dilihat dari penilaian responden terhadap kualitas layanan brand perusahaan-perusahaan BUMN. Aspek lainnya yang dilihat mengenai persepsi responden perusahaan BUMN dalam kontribusinya di bidang sosial dan ekonomi. (*)