Di Masa Pandemi, Pasar Ekspor Keramik Khas Purwakarta Cenderung Menurun

Di Masa Pandemi, Pasar Ekspor Keramik Khas Purwakarta Cenderung Menurun
net

INILAH, Purwakarta - Keberadaan tanah liat yang melimpah ruah di Kecamatan Plered dan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta ternyata cukup membuahkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Terbukti, sampai saat ini hasil alam tersebut banyak dimanfaatkan warga sekitar sebagai bahan dasar sejumlah kerajinan kriya yang bernilai ekonomis.

Seperti diketahui, Kabupaten Purwakarta selama ini memiliki kerajinan kriya khas yang mendunia. Produk rumahan berbahan dasar tanah liat itu tersentral di Kecamatan Plered. Adapun produk kriya khas wilayah ini, yakni berupa keramik hias, keramik tradisional, keramik kontruksi.

“Selama ini ada tiga jenis produk keramik hasil kerajinan masyarakat di Kecamatan Plered,” ujar Kabid UKM pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Ahmad Nizar kepada INILAH, Kamis (1/10/2020).

Dia menjelaskan, untuk keramik hias salah satunya jenis vas bunga dan Menong. Kemudian, untuk keramik tradisional itu di antaranya tembikar, kendi, dan gentong. Sedangkan, untuk keramik jenis kontruksi yakni genteng.

Menurut Nizar, selama ini tangan dingin para perajin di wilayah tersebut terus menunjukan prestasi. Bahkan, tak tanggung-tanggung kriya hasil kerajinan mereka ini bisa menembus pasar ekspor ke berbagai belahan dunia di benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

Namun, di masa pandemi ini pihaknya menyadari para perajin cukup kesulitan untuk melakukan ekspor. Sebab, ada beberapa negara tertentu yang sementara ini menutup aksesnya. Sehingga, saat ini untuk kebutuhan ekspor cenderung turun.

“Biasanya, hasil produksi kerajinan kriya ini komposisi pasarnya 70 persen untuk kebutuhan ekspor dan 30 persen untuk kebutuhan penjualan lokal. Tapi, di masa pandemi ini justru jumlahnya terbalik,” jelas dia.

Namun demikian, meski kebutuhan ekspor menurun dia mengakui bukan berarti produktivitasnya juga ikut turun. Justru, saat ini ada fenomena menarik. Kerajinan kriya kini sedang digandrungi masyarakat lokal. Terutama, untuk keramik jenis hias salah satunya pot bunga.

“Alhamdulillah, sejauh ini kerajinan kriya di kita terus menunjukan tren positif. Ini harus terus dikembangkan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)