PKL Rest Area Puncak Harus Mengantongi KTP dan Tinggal di Cisarua

PKL Rest Area Puncak Harus Mengantongi KTP dan Tinggal di Cisarua
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Selain memastikan proyek pembangunan 516 kios pedagang kaki lima (PKL) di Rest Area Puncak di Gunung Mas akan selesai tepat waktu, Pemkab Bogor juga akan memastikan para PKL yang mendapatkan kios tersebut merupakan warga Cisarua.

"Kami akan pastikan bahwa para calon PKL yang  akan mendapatkan kios tersebut merupakan warga Cisarua, Kabupaten Bogor dan bukan warga dari luar Bumi Tegar Beriman, hal itu karena merupakan tanggung jawab Pemkab Bogor untuk menciptakan lapangan kerja, lapangan usaha, pengurangan jumlah pengangguran dan pengentasan angka kemiskinan," ucap Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Bogor Emi Sri Wahyuni kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Dia menambahkan,a untuk memastikan tujuan Pemkab Bogor maka jajarannya akan melibatkan aparatur pemerintahan Kecamatan Cisarua dan pemerintahan desa setempat.

"Kami sudah membagi tugas, Pemcam Cisarua dan pemerintahan desa  disana yang akan mendata dan mensurvey para calon PKL yang akan mendapatkan kios di Rest Area  PKL Puncak yang pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp16,3 milyar tersebut,"  tambahnya.

Camat Cisarua Deni Humaedi menyatakan siap melaksanakan tugas pendataan dan survey para calon PKL yang akan mendapatkan kios di Rest Area PKL Puncak.

"Kami akan pastikan bahwa PKL tersebut bukan hanya ber-KTP Cisarua, tetapi memang rumahnya di Cisarua. Apabila kami menemukan PKL ber-KTP Cisarua tetapi tinggalnya di Kabupaten Cianjur atau non-Kabupaten Bogor lainnya maka akan kami coret dari daftar PKL yang akan mendapatkan kios," kata Deni.

Dia melanjutkan, langkah tersebut bukanlah kebijakan yang anti-pendatang. Namun, dia mengakui lebih dari 300.000 warga Bumi Tegar Beriman saat ini masih menjadi pengangguran.

"Kami bukan anti-pendatang, tetapi ini juga karena jumlahnya kiosnya terbatas sementara peminatnya banyak, selain itu sesuai rencana setiap seorang PKL akan mendapatkan 1 buah kios," lanjutnya. (Reza Zurifwan)