Duh...Sedekah Bumi, Warga Kanci Masih Bergerombolan

Duh...Sedekah Bumi, Warga Kanci Masih Bergerombolan

INILAH, Cirebon - Ratusan Warga Desa Kanci Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, menggelar Pesta rakyat, bernama sedekah bumi, Minggu (4/10/2020). Ironisnya, sedekah bumi digelar di tengah pandemi covid-19. Padahal, saat pembentukan satgas Covid-19, Bupati Cirebon, Imron, jelas-jelas melarang adanya acara pesta rakyat yang mengundang banyak kerumunan massa.

Pantauan di lapangan menyebutkan, ratusan warga Kanci terlihat antusias mengikuti acara sedekah bumi, yang juga merupakan pesta rakyat tahunan ini.  Mereka terlihat bergerombol menyaksikan pawai yang diadakan desa setempat. Alhasil, tidak ada protokol kesehatan, berupa menjaga jarak satu sama lainnya. Namun mereka banyak juga yang menggunakan masker, walaupun tidak sedikit yang mengabaikan masalah tersebut.

Dimintai komentarnya, Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono mengakui, acara sedekah bumi tersebut, tidak ada izin kepada dirinya. Sesuai SE Bupati acara arak arakan jelas tidak. Harusnya, ada tindakan tegas dari Satgas Covis-19 tingkat kecamatan sebagai kepanjangan tangan kabupaten

Sedangkan kewenangan sepenuhnya terkait adanya arak-arakan, merupakan kewenangan Satgas penanganan Covid 19 pada Satpol PP. "Yang bertanggung jawab tentu Kasatpol PP. Karena dia sebagai ketua Penegakan Hukum dan Pendisiplinan," kata Kadis Disbudparpora, Hartono lewat pesan Whatsapp.

Sampai saat ini belum ada komentar resmi dari Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19. Namun, anggota Bidang Komunikasi Publik, Nanan Abdul Manan mengaku, akan melakukan komunikasi kembali antar Satpol PP dan tim Satgas lainnya. Ini supaya ada kejelasan, pihak mana saja yang melakukan tindakan ketika ada persoalan, seperti kasus yang saat ini sedang terjadi.

"Nanti mungkin akan ada komunikasi lagi dengan tim. Saya tidak berkompeten memberitakan tanggapan terkait acara arak-arakan ini. Masalah ini pasti akan dibahas dengan tim Satgas," ungkapnya.

Beberapa kali Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Ade Setiadi dihubungi lewat telepon selulernya, tetap tidak aktif. Sedangkan Keputusan Bupati Cirebon, saat pembentukan Satgas Covid-19 menyebutkan, Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan adalah Kasatpol PP. Bidang ini ternyata memang menegakan hukum protokol kesehatan, baik yustisi maupun non yustisi.

Bidang ini juga mempunya wewenang melakukan sterilisasi fasilitas umum dan fasilitas sosial. Bidang ini juga berwenang  menutup sementara area publik yang melibatkan kerumunan dan melibatkan banyak orang. (maman suharman)