Kejari Siapkan Win-Win Solution untuk Persoalan Pasar Tekum Kemang

Kejari Siapkan Win-Win Solution untuk Persoalan Pasar Tekum Kemang
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mencari win-win solution dari persoalan Pasar Induk Teknik Umum (Tekum) Kemang, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal. 

Kepala Kejari Kota Bogor Herry Hermanus Horo mengatakan, untuk pasar Tekum Kemang masih proses keperdataan. Sebab, tersebut dikuasai pihak swasta sehingga pihaknya masih mencoba cari solusi. Dia menyebutkan, Kejari tidak ingin merugikan Pemkot Bogor juga pihak investor. 

"Kemarin sudah ada beberapa langkah, saya kemarin sudah bertemu dengan Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor hingga ada beberapa opsi atau alternatif beberapa pilihan," ungkap Herry kepada INILAH, Sabtu (3/10/2020).

Herry menjelaskan, pihaknya ingin Pemkot Bogor ini tidak dirugikan dengan penguasaan pasar Tekum tersebut. Saat ini belum bisa diungkapkan secara detail opsi-opsinya karena masih digodok semuanya juga alternatif penyelesaian seperti apa.

"Harus ada titik terang, tapi harus ada endingnya. Masa satu persoalan tidak ada endingnya. Tetapi tentunya endingnya harus ada juga tidak merugikan Pemkot Bogor juga investor. Jadi win-win solution, semua harus berimbang. Harus secara objektif kami memandang persoalan ini dari perspektif hukum," tegasnya.

Terpisah, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Alma Wiranta mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah Kejari Kota Bogor untuk menuntaskan persoalan Pasar Tekum dengan opsi win-win solution yang tengah digodok Kejari Kota Bogor.

"Ya, bagian hukum mendukung strategi dan langkah Kejari Kota Bogor dalam penyelesaian persoalan pasar Tekum Kemang. Mudah-mudahan segera ada titik terang, saya percaya Kejari dibawah nahkoda Kajari Herry Hermanus Horo bisa menyelesaikan kisruh pasar Tekum Kemang," ungkap Alma kepada INILAH pada Minggu (4/10/2020).

Alma juga mengatakan, dirinya juga sangat terinspirasi dengan kinerja Kejari Kota Bogor saat ini dalam pendampingan hukum, legal opinion maupun penegakan hukum yaitu melalui pola pencegahan tindak pidana korupsi melalui bidang Perdata dan TUN. 

"Sinergi Pemkot Bogor dan Kejari Kota Bogor yang saat ini yang sangat kami harapkan adalah melanjutkan kerjasama dari sisi pencegahan melalui pendampingan hukum proyek strategis di Kota Bogor," tuturnya. (Rizki Mauludi)