Gallery UMKM di Rest Area Puncak Diperuntukkan untuk Outlet UMKM se-Kabupaten Bogor

Gallery UMKM di Rest Area Puncak Diperuntukkan untuk Outlet UMKM se-Kabupaten Bogor
Antara Foto

INILAH, Cisarua- Rest area di Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua tak hanya diprioritaskan untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) asal kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur tersebut. Produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal kecamatan lain juga tetap berpeluang meramaikan rest area yang pembangunannya menelan biaya Rp 62 milyar itu.

"Rest Area di Gunung Mas itu memang para PKLnya ditekankan untuk menjual oleh-oleh khas Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, namun untuk produk UMKM kecamatan lainnya bisa terap dijual baik oleh pedagangnya maupun di Gallery UMKM yang akan dikelola oleh Pemkab Bogor ataupun PT. Sayaga Wisata," ucap Direktur Utama PT. Sayaga Wisata Supriyadi Jufri kepada wartawan, Minggu, (4/10).

Pria yang sudah empat tahun 'menggawangi' perusahaan plat merah milik Kabupaten Bogor ini menerangkan bahwa pembangunan Gallery UMKM itu sudah diusulkan ke Pemkab Bogor agar bisa terbangun di Tahun 2020 ini.

"Ketimbang kita membangun Gallery UMKM di 6 wilayah mungkin lebih efektif kalau kita membangun Gallery UMKM di lokasi objek wisata yang  memang sudah ramai dikunjungi wisatawan, seperti halnya di wilayah Gunung Mas ini," terangnya.

Supriyadi berharap PT. Sayaga Wisata bisa mengelola rest area di Gunung Mas tersebut, ia pun akan mengubah nama dari Rest Area Puncak menjadi Pusat Kuliner dan Oleh-oleh Khas Bogor.

"Konsepnya harus dikembangkan, dari Rest Area Puncak menjadi Pusat Kuliner dan Oleh-oleh Khas Bogor. Kami sih berharap bisa mengelola tempat tersebut karena menurut saya  itu bukan pasar tradisional biasa tetapi juga Kawasan Wisata dan agar mengurangi kemacetan lalu lintas maka harus ada mode transportasi massal untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," harap Supriyadi.

Sebelumnya, Pemkab Bogor juga akan memprioritaskan bahwa para PKL yang mendapatkan kios di Rest Area Puncak  merupakan warga Cisarua atau sekitarnya.

"Kami akan pastikan bahwa para calon PKL yang  akan mendapatkan kios tersebut merupakan warga Cisarua maupun sekitarnya, dan bukan warga dari luar Kabupaten Bogor. Jal itu karena merupakan tanggung jawab Pemkab Bogor untuk menciptakan lapangan kerja, lapangan usaha, pengurangan jumlah pengangguran dan pengentasan angka kemiskinan," ucap Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Bogor Emi Sri Wahyuni.


Wanita yang pernah bertugas di Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) ini menambahkan bahwa untuk memastikan tujuan Pemkab Bogor, maka jajarannya akan melibatkan Pemcam Cisarua dan pemerintah desa setempat.

"Kami sudah membagi tugas, Pemcam Cisarua dan pemerintahan desa  disana yang akan mendata dan mensurvey para calon PKL yang akan mendapatkan kios di Rest Area  PKL Puncak yang pembangunannya dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tingkat II dan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tersebut,"  tambahnya. (Reza Zurifwan)