Diskanak Bantu 10 PKH Menjadi Keluarga Mandiri

Diskanak Bantu 10 PKH Menjadi Keluarga Mandiri
foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor-10 Pra Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan paket bantuan untuk mengangkat harkat martabat keluarganya menjadi keluarga yang mandiri dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor.

 

10 PKH asal Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Tajur Halang ini mendapatkan  paket bantuan berupa booth, gerobak pemasaran,  kompor gas, tabung gas 3 Kg, selang gas, regulator gas,  alat pemanggang, panci pengukus, cook box, ice gell, wajan, termos plastik, box plastik besar, pisau, talenan, food procesor, blender, kuas, penjepit kue, kursi plastik, produk-produk olahan ikan, kecap, mentega dan tusukan.

 

"Paket bantuan dari Pemkab Bogor kepada 10 PKH asal Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Tajur Halang ini untuk menjadi salah satu daya ungkit hingga mereka bisa tergraduasi menjadi keluarga yang mandiri," ucap Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Senin, (5//10).

 

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ini menambahkan bahwa budidaya perikanan menjadi produk unggulan Bumi Tegar Beriman dengan jenis ikan lele, mas, patin, gurame hingga ikan hias.

 

"Untuk budidaya ikan konsumsi selain menjual ikannya, petani ikan pun sudah melakukan produk olahannya dimana pada Tahun 2019 yang lalu jumlah produksinya mencapai 9.257 ton, dimana ada kenaikan produksi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.483 ton,"

 

Oetje menuturkan jajarannya memilih PKH asal Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Tajur Halang karena dua daerah tersebut daerah cukup banyak sebagai penyumbang angka bayi stunting (pertumbuhan kurang baik).

 

"Selain membantu graduasi PKH menjadi keluarga mandiri, kami juga punya tujuan meningkatkan pola hidup sehat dan bergizi dengan sumber protein hewani yang mengandung omega 3, DHA, selenium, taurin dan mineral bisa meningkatkan kecerdasan. Pemilihan Kecamatan Klapanunggal maupun Kecamatan Tajur Halang karena disana cukup tinggi kasus bayi stuntingnya," tutur Oetje.

 

Kasi Bina Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan Diskanak Lili Nus Chalimah menjelaskan selain memberikan paket bantuan peralatan dan modal, jajarannya juga memberikan pelatihan pembuatan olahan hingga manajemen.

 

"10 PKH ini sebelumnya memang berjualan namun hanya berdagang minuman kopi, gorengan atau lainnnya hingga karena mereka belum termasuk keluarga mandiri kami berikan paket bantuan modal, pelatihan ketrampilan dan manajemen. Ini memang bukan pinjaman, tetapi kami terus mengawal agar mereka berhasil mengangkat harkat martabat keluarganya," jelas Lili.

 

Wanita alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini melanjutkan dalam pemberian paket bantuan peralatan, modal, pelatihan ketrampilan dan manajemen ini jajarannya bekerja sama dengan Dinas Sosial.

 

"Data-data PKH yang terpilih mendapatkan paket bantuan bernilai jutaan rupiah ini kami dapatkan dari Dinas Sosial, kami sebelumnya hanya memberikan kriteria persyaratan agar bisa tepat sasaran tujuan Disnakkan," lanjutnya. (Reza Zurifwan).