Percepat Pembangunan Jembatan Bodem, Pemkab Purwakarta Libatkan TNI AD

Percepat Pembangunan Jembatan Bodem, Pemkab Purwakarta Libatkan TNI AD
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Jalur alternatif penghubung antara Kecamatan Bungursari dan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, belum bisa dilalui kendaraan pasca ambruknya Jembatan Bodem di Desa Karang Mukti, awal April lalu. Mengingat, selama ini jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses penyambung jalur kedua wilayah tersebut.

Beberapa waktu lalu, Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta melansir, untuk perbaikan jembatan ini rencananya akan dilakukan di Oktober ini. Pembangunan tersebut, ditargetkan bisa selesai hingga hingga akhir tahun mendatang. Dalam pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah daerah kabarnya kembali melibatkan unsur TNI AD.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta Letkol Arm Krisrantau Hermawan membenarkan jika jajarannya kembali diperbantukan oleh pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur yang merupakan sarana pokok masyarakat. Kali ini, pembangunan jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Bungursari.

“Ini merupakan kegiatan karya bakti TNI skala besar. Saat ini, kami kembali dilibatkan untuk pembangunan jembatan,” ujar Krisrantau kepada INILAH, usai pelaksanaan kegiatan HUT TNI ke 75 secara virtual di Pendopo Pemkab Purwakarta, Senin (5/10/2020).

Krisrantau menuturkan, dalam kegiatan karya bakti tersebut pihaknya menerjunkan lebih dari 30 personel TNI AD. Untuk pembangunannya sendiri, ditargetkan rampung bulan depan. Sehingga, di akhir tahun nanti jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan.

“Kegiatan ini, kita akan memulainya pertengahan bulan ini. Kami targetkan, sebulan kedepan bisa rampung,” jelas dia.

Menurut dia, target ini tidak mustahil tercapai. Mengingat, dalam pembangunan infrastruktur ini seluruh unsur terlibat, termasuk keterlibatan masyarakat sekitar. Karena, menurutnya, dalam pembangunan ini intinya membangun kebersamaan dan menguatkan jiwa nasionalis masyarakat. Salah satu upayanya, melalui gotong royong.

Untuk anggarannya sendiri, lanjut dia, yakni bersumber dari APBD Purwakarta. Nilainya, mencapai Rp5 miliar. Dalam hal ini, jajarannya hanya sebatas diperbantukan untuk pengerjaan pembangunannya saja.

Krisrantau menambahkan, dari hasil penelusuran jajarannya, sampai saat ini sudah tak ada lagi wilayah yang terisolasi di Kabupaten Purwakarta. Karena, nyaris seluruh jalur penghubung desa maupun kecamatan di wilayah ini telah dibangun jalan.

“Memang ada beberapa titik yang perlu ditingkatkan. Salah satunya, jalur Lingkar Barat yang menghubungkan Purwakarta dengan beberapa kabupaten tetangga. Itu ada sedikit lagi yang belum dibeton,” tambah dia.

Di bagian lain, sebagai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sangat mengaperesiasi adanya keterlibatan TNI dalam segenap pembangunan di wilayahnya. Apalagi, yang menyakut dengan kebutuhan infrastruktur layak bagi masyarakat.

“Tugas TNI, itu tidak hanya menjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, TNI adalah sahabat masyarakat paling depan,” ujar Anne singkat. (Asep Mulyana)