Kasus Stunting Jadi Perhatian Khusus Teh Nia

Kasus Stunting Jadi Perhatian Khusus Teh Nia
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Stunting atau anak tumbuh kerdil, menjadi salah satu perhatian khusus Kurnia Agustina. Calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 1 itu berkeinginan agar kasus stunting di Kabupaten Bandung bisa dientaskan. 

"Stunting menjadi perhatian khusus. Karena berdasarkan dari Rikerda Kesehatan, kasus stunting ini ada di beberapa desa dan kecamatan," kata perempuan yang akrab disapa Teh Nia itu, Selasa (6/10/2020).

Teh Nia mengatakan, kasus stunting di Kabupaten Bandung harus mendapat tindakan serius. Jika penanganan tidak merata dan tidak segera dilakukan, maka dia khawatir masyarakat tidak terlalu perhatian dengan masalah tersebut. 

Dengan demikian, dia pun khawatir kasus stunting di Kabupaten Bandung tak akan terselesaikan secara menyeluruh. Apalagi, kasus stunting berkaitan erat dengan masa depan aset bangsa. 

"Makanya dalam penanganannya penting sekali untuk bekerjasama dan melibatkan unsur pentahelix. Akademisi harus ikut, pemerintah harus ikut, media dan komunitas juga harus terlibat," ujarnya.

Dengan penanganan yang dilakukan secara pentahelix, ia berharap generasi penerus bangsa di Kabupaten Bandung tidak ada lagi yang mengalami gagal tumbuh. 

"Untuk masalah ini sebetulnya sudah ada gugus tugas yang menanganinya dan dikomandoi oleh Kepala Bapeda melalui gerakan aksinya dan diwakili oleh Dinkes Kabupaten Bandung," katanya.

Kendati begitu, gugus tugas untuk pencegahan stunting di Kabupaten Bandung tentu harus dibantu seluruh elemen masyarakat dan dibutuhkan sikap proaktif. 

"Makanya gugus tugas juga selalu melakukan penanganan dan pencegahan dengan memperluas sebaran desa sebagai langkah antisipasi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, keterlibatan Badan KB, Dispakan, Dinsos dan BPOM juga harus dimaksimalkan. Dan yang lebih penting, Disperkimtan, ke depan juga harus lebih bekerja keras dalam hal perbaikan sanitasi. Sehingga, keseluruhan komponen penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Bandung lebih terintegrasi. 

"Karena ketika sanitasinya tidak bagus, kualitas lingkungan tidak bagus, dan kualitas air yang dikonsumsi tidak bagus, tentu ini akan rentan meningkatkan jumlah kasus stunting," katanya. 

Teh Nia melanjutkan, program sanitasi menjadi harga mati bagi pasangan NU Pasti Sabilulungan. Jika pasangan NU Pasti Sabilulungan menjadi pemimpin di Kabupaten Bandung, maka isu lingkungan yang masih meninggalkan banyak PR akan menjadi dituntaskan. 

"Isu lingkungan, baik sanitasi hingga masalah kasus stunting sudah masuk dalam visi dan misi kami. Seluruh permasalahan lingkungan harus dirampungkan," ujarnya. (Dani R Nugraha)