Buruh di Cirebon Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Buruh di Cirebon Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Ratusan buruh di Cirebon melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (6/10/2020). Mereka menolak isi Omnibus Law UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan pemerintah. 

Tercatat, setidaknya 32 federasi dan konfederasi di Indonesia telah memutuskan akan melaksanakan unjuk rasa serempak secara nasional yang diberi nama Mogok Nasional. Belakangan, berbagai elemen serikat pekerja yang lain menyatakan dukungannya dan siap ikut serta dalam pemogokan.

Sekjen FSPMI Cirebon Raya Machbub menjelaskan, mogok nasional dilakukan sesuai dengan UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU No 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

“Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik,” kata Machbub disela sela aksi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, sebelumnya ada 10 isu yang diusung buruh dalam menolak omnibus law UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan. Kesepuluh isu tersebut adalah berkaitan dengan PHK, sanksi pidana bagi pengusaha, TKA, UMK dan UMSK, pesangon, karyawan kontrak seumur hidup, outsourcing seumur hidup, waktu kerja, cuti dan hak upah atas cuti, serta jaminan kesehatan dan jaminan pensiun bagi pekerja kontrak outsourcing.

“Sepuluh isu tersebut telah dibahas oleh pemerintah bersama Panja Baleg RUU Cipta Kerja DPR RI selama 5-7 hari. Hasilnya berupa kesepakatan kedua belah pihak. Tadi malam DPR sudah mengesahkan," ujarnya.

Dengan pengesahan tersebut lanjutnya, mereka menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan akan melakukan mogok nasional. Rencana akan dimulai pada 6-8 Oktober 2020. Dasar hukum lainnya kenapa harus mogok nasional, berupa  UU No 21/2000 tentang SP/SB. Dalam Apasal 4 berbunyi bahwa salah satu fungsi serikat pekerja adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan. 

"Rencananya mogok nasiona akan diikuti sekitar 2 juta buruh. Kami tergabung dalam perusahaan dari berbagai sektor industri di seluruh indonesia, seperti industri kimia, energi, tekstil, sepatu, otomotif, baja, elektronik, dan banyak lagi. Kalau  untuk wilayah Cirebon akan tersebar dibeberapa puluhan titik di depan Perusahan," jelasnya. (Maman Suharman)