Ngaku Korban, Sekjen Sunda Empire Minta Dibebaskan

Ngaku Korban, Sekjen Sunda Empire Minta Dibebaskan
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Sekretaris Jenderal Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana memohon majelis hakim membebaskannya dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Rangga pun mengaku dirinya hanya korban dan tidak tahu menahu soal pendirian Sunda Empire. 

Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan nota pembelaan kasus berita bohong Sunda Empire, di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/10/2020). 

Berdasarkan pantauan, pleidoi dibacakan Rangga Sasana secara virtual, dia tetap berada di tahanan Mapolda Jabar. 

Dalam pleidoinya, dia mengaku hanya sebagai korban perseteruan antara terlapor satu Nasri Banks dan Ratna Ningrum bersama pelapor Ari terkait perbedaan kesalahpahaman dan pandangan ilmu engetahuan dan sejarah antarasuku Sunda dan Sunda Empire yang dibawa dan punya pandangan sejarah di bidang masing-masing yang berbeda. 

"Saya hanya korba, makaya saya mohon kepada majelis, kepada dewan jaksa membebaskan saya dari perkara hukum yang  dituduhkan. Saya sesungguhnya tidak layak dihukum atau dipenjara dari apa yang diperbuat. Makanya saya mohon dibebaskan dari segala tuntutan dan dakwaan," ujarnya. 

Dalam pleidoinya, Rangga pun mengaku tak mengetahui lebih dalam soal kelompok Sunda Empire. Termasuk soal keuangan Sunda Empire, seperti biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu dan seragam Rp600 ribu yang sempat disinggung dalam persidangan beberapa waktu lalu.

"Saya tidak tahu bagaimana keuangan dan tidak tahu keuangan yang dimiliki Sunda Empire. Saya tidak tahu adanya tuntutan uang anggota Rp100 ribu  dan uang seragam Rp600 ribu," katanya.

Rangga menjelaskan dirinya baru masuk ke Sunda Empire pada 2018 dan aktif di tahun 2019. Adapun jabatan Sekretaris Jenderal merupakan pemberian dari Nasri Banks. Nasri Banks diakuinya orang yang paling berperan dibalik berdirinya Sunda Empire dan dialah yang patut dimintai pertanggungjawabannya. 

Begitu juga soal video berita Sunda Empire merupakan peristiwa yang dilaksanakan 17 maret 2017 lalu di UPI Bandung yang pasti dan bukan kreasi dirinya. Semua kegiatan dan orasi ilmiah semua dilakukan Nasri Banks dan Ratnaningrum.

"Saya sama sekali tidak menyebarkan berita bohong kepada siapapun dan kepada media. Kegiatan pers Sunda Empire, berita itu hanya di upload Letnan Jenderal Cece Kurnia atas perintah Grand Prime Minister Nasri Banks," ujarnya.

Seperti diketahui para petinggi Sunda Empire dituntut hukuman masing-masing empat tahun penjara. Dalam amar tuntutannya, JPU Kejati Jabar menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong sebagaimana dakwaan kesatu pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946. 

"Menjatuhkan pidana penjara masing-masing empat tahun penjara," ujarnya. (Ahmad Sayuti)