Ratusan Buruh Turun ke Jalan, Jalan Rancaekek Macet

Ratusan Buruh Turun ke Jalan, Jalan Rancaekek Macet
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Ratusan massa buruh turun ke jalanan melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja. Hal tersebut dipicu pengesahan UU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Salah seorang penanggungjawab aksi unjuk rasa, Guruh Hudiyanto menyatakan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh tidak boleh mengurangi hak dan kesejahteraan yang sudah ada.

"Nyatanya melalui omnibus law cipta lapangan kerja hak dan kesejateraan buruh malah dirampas," kata Guruh saat ditemui di Jalan Rancaekek, Selasa (6/10/2020).

Dikatakan Guruh, dengan dalih menarik investasi setelah berbagai langkah kebijakan ekonomi dinilai tidak mampu mendongkrak kebijakan ekonomi secara signifikan. Bahkan, berkali kali ingin merevisi UU 13 tahun 2003 tidak pernah berhasil karena, selalu mendapat perlawanan masiv dari serikat pekerja/buruh, lalu pemerintah pusat menggelontorkan Omnibus law .

"Apakah ini dinamakan kesejahteraan, mengingat lahirnya Omnibus law tidak memberikan adanya kepastian pekerjaan (job security), kepastian pendapatan (salary security) dan kepastian jaminan sosial (sosial security)," ujarnya.

Menurut Guruh, ini tercermin dalam sembilan alasan yang suarakan buruh yakni tenaga kerja asing (TKA) unskill sangat mudah masuk, hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, outsourching bebas untuk semua jenis pekerjaan, pekerja kontrak/PKWT semua jenis pekerjaan dan tanpa batas waktu, PHK semakin mudah, waktu kerja yang melelahkan dan eksploitasi, serta hilangnya sanksi pidana bagi pengusaha juga jaminan sosial yang terancam hilang.

"Oleh karena itu dampak Omnibus law tak hanya dirasakan sekarang, tapi akan berdampak juga bagi anak cucu kita kedepannya bahkan, seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Sementara itu, pantauan di lokasi jalanan mengalami kemacetan sehingga petugas kepolisian pun melakukan pengalihan jalan via Parakan Muncang. Hal tersebut dibenarkan Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan.

"Memang tadi mengalami kemacetan, tadi kita mau membuka satu lajur saja kesulitan, karena massa terlalu banyak, dan dari pada kita bentrok dengan mereka sehingga kita pun memberikan kesempatan kepada mereka," katanya.

Hendra mengatakan, saat di lokasi tersebut, petugas kepolisian tetap mengamankan mereka, sehingga mereka tidak terprovokasi dan anarkis. Pada saat kejadian para buruh tersebut melakukan penutupan jalan, pihaknya melakukan pengalihan jalan ke Parakan Muncang. 

"Pengalihan jalan dilakukan agar tidak terlalu padat dan panjang kemacetannya," ujarnya. (Dani R Nugraha)