Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kebutuhan Kabupaten Cirebon Tembus 8 juta Masker

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kebutuhan Kabupaten Cirebon Tembus 8 juta Masker
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kabupaten Cirebon setidaknya butuh lebih dari 8 juta masker, atau tepatnya harus tersedia sekira 8.501.412 masker. Data tersebut diberikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cirebon, Rabu (7/10/2020). 

Namun, dari jumlah kebutuhan tersebut, sudah tersalurkan 5.063.819 masker untuk berbagai dari berbagai macam bantuan. Demikian dikatakan Anggota Bidang Komunikasi Publik Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan.

Dia menjelaskan, dari hasil monitoring program gebrak masker tercatat, ketersedian masker berasal dari beberapa bantuan. Ada dari APBD, Dana Desa, APBN, Provinsi, serta sumbangan dari pihak ke 3. Untuk bantuan APBD,  masker yang sudah didistribusikan berupa masker N95 dan masker kain. Jumlah masker N95 sebanyak 211.763 buah, dan masker kain berjumlah 96.100 buah.

Untuk bantuan dari Dana Desa lanjut Nanan, sudah dibagikan masker sebanyak 1.862.908 buah. Sedangkan bantuan dari APBN dan bantuan dari provinsi sejumlah 80.790 serta 13.000 masker. Lalu bantuan dari pihak ke 3 sudah didistribusikana masker sebanyak 2.500 buah. Seluruh masker tersebut akunya, sudah didistribusikan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Semua bantuan yang kami terima sudah didistribusikan. Kita sudah mengandeng seluruh unsur termasuk pihak desa," aku Nanan.

Namun, dari total kebutuhan masker, saat ini Kabupaten Cirebon masih kekurangan 3.437.593 buah. Pasalnya, jumlah masker yang sudah diterima, telah didistribusikan untuk 2.783.383 warga Kabupaten Cirebon. Sedangkan untuk masker tenaga medis dari APBD, sudah diberikan kepada 13.735 orang.

"Kesulitan dilapangan adalah ketika memberikan pemahaman, betapa pentingnya masker mencegah covid. Mungkin mereka belum terbiasa menggunakannya sehingga Satgas harus ekstra keras memberikan pemahaman dilapangan," jelas Nanan.

Nanan menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya pencegahan covid-19. Satgas mulai tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa terus diberdayakan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sementara operasi masker akan terus dilancarkan sampai ke pelosok desa, termasuk menyasar setiap gang dan jalan jalan yang ada di desa.

"Satgas mulai kabupaten sampai tingkat desa sudah terbentuk. Tinggal bagaimana memberdayakan mereka dan mengawasi perilaku protokol kesehatan masyarakat. Kami harap, penyebaran covid akan bisa ditekan, asalkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dilakukan," tukas Nanan. (Maman Suharman)