IMM Bandung Tolak Omnibus Law

IMM Bandung Tolak Omnibus Law
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bandung menggeruduk gedung DPRD Kota Bandung. Dalam aksinya itu, mereka langsung bertemu Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya.

Koordinator Aksi Wildan Mulkan Hakim mengatakan marwah Muhammadiyah dinjak-injak DPR terkait Omnibus Law. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa mereka turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah melaui DPRD Kota Bandung.

"Kita juga sebagai mitra kerja kritis pemerintah, selain mengawasi lembaga eksekutif walikota, wakilnya dan jajarannya, kita juga mengalami lembaga legislatif dan kerja-kerjanya di kota Bandung," ucap Wildan, Rabu (7/10/2020).

Dia menambahkan, pihaknya ingin mendengar secara langsung kepada wakil rakyat yang ada di daerah kota Bandung.

"Hari ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap Kota Bandung, karena kita sebagai wakil rakyat, maka kita ingin mendengar dari wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat," tegas Wildan.

Sementara itu. Edwin mengapresiasi kawan-kawan mahasiswa IMM Kota Bandung terkait Undang-undang Omnibus Law yang baru saja ditetapkan dan ini mengundang polemik secara nasional.

"Ini tugas kita di kota Bandung untuk menampung aspirasi dari warga masyarakat, lalu juga kita sudah membuat nota kesepahaman," ujar Edwin.

Edwin menuturkan ada empat poin yang sangat penting. Pertama, mendengar dan mengakomodir diseluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Bandung. Kedua, meneruskan aspirasi penolakan.

"Jadi kami akan menyampaikan penolakan ini terhadap pengesahan Omnibus Law dari IMM kepada Provinsi Jawa Barat dan juga DPR RI," ucapnya.

Ketiga kata Edwin, fokus untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih berdampak kongkrit terhadap masyarakat kota Bandung, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini.

Keempat, mengawasi tugas-tugas lembaga eksekutif di tingkat kota Bandung dalam ewrcepatan pandemi Covid-19 di kota Bandung.

"Kami akan menyampaikan ke DPRD Jawa Barat dan DPR RI, dan ini mudah-mudahan didegar oleh mereka. Karena ini menjadi masalah dan menjadi isu Nasional," pungkas Edwin.

Usai menandatangani MoU terkait Omnibuslaw di kain putih, mereka pun membakar ban bekas dan sampah disekitaran DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi. (Okky Adiana)