Okupansi Wisatawan Terjun Bebas, UMKM Solusi Pelaku Usaha Wisata di Puncak?

Okupansi Wisatawan Terjun Bebas, UMKM Solusi Pelaku Usaha Wisata di Puncak?
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Puncak - Pelaku usaha wisata di Kawasan Puncak menjerit seiring kembali turunnya okupansi hotel, restoran maupun kunjungan wisatawan ke kawasan akibat pandemi Covid-19.

Menanggapi hal itu, Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Komunitas Penggerak Parawisata (Kompepar) Puncak, dan jurnalis mengadakan diskusi Citizen Tourism Dalam Upaya Pengembangan Parawisata Berkelanjutan dan Promosi yang Kreatif Aman dari Covid-19.

"Turunnya okupansi hotel, restoran maupun kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak yang diakibatkan pandemi Covid-19, karena itu melalui diskusi hari ini kami mencari solusinya," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Muliadi kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Dia menerangkan, sesuai Keputusan Bupati Nomor 443/432/Kpts/Per-UU/2020 yang mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 60 Tahun 2020 maka hanya hotel dan objek wisata non alam dan non air yang diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan, sedangkan desa wisata, wisata alam dan wisata air dilarang beroperasi hingga mempengaruhi pendapatan masyarakat Puncak yang berusaha di bidang jasa parawisata.

"Hotel dan objek wisata non alam dan non air saja sangat berkurang pengunjungnya apalagi desa wisata, objek wisata air hingga agar pendapatan pelaku jasa wisata tetap baik maka kami sarankan agar mereka juga bergerak di UMKM," terangnya.

Rita Nurmala salah satu musisi yang kerap menghibur wisatawan mengaku beberapa waktu ini sepi job hingga kehilangan pendapatan sebesar 80 persen, sementara dirinya tidak punya keterampilan hingga bingung kalau mau menjadi pelaku UMKM.

"Seiring dengan turunnya panggilan menyanyi dari setiap hari ada lalu sekarang dua minggu sekali tentunya pendapatan 300-400 orang musisi di Kawasan Puncak ikut menurun, saat ini kami sedang mencari solusi sedangkan kemampuan ketrampilan maupun modalnya, jujur itu belum ada," singkat Rita.

Ketua Panitia Diskusi Dedi Jumhana melanjutkan, semoga dengan diselenggarakannya acara diskusi pada hari ini akan ada solusi ekonomi bagi para pelaku usaha wisata di kawasan Puncak.

"Dengan menghadirkan narasumber praktisi komunikasi, Disbudpar dan lainnya kami berharap terjun bebasnya okupansi wisatawan tidak terlalu berpengaruh kepada pendapatan pelaku usaha wisata, salah satu solusinya ialah dengan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk UMKMnya," lanjut Dedi. (Reza Zurifwan)