Warga Makin Tak Patuh, AKB di Kota Bandung Diperketat

Warga Makin Tak Patuh, AKB di Kota Bandung Diperketat
Istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melanjutkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) diperketat selama pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. 

Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Oded M Danial, mengingat tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan di masa AKB diperketat menurun sebesar 7.05 persen. 

"Mayoritas warga tidak mematuhi protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker," kata Oded di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung pada Rabu (7/10/2020). 

Berdasarkan kondisi itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, dituturkan dia akan tetap melaksanakan AKB diperketat dengan lebih menguatkan operasi yustisi. 

"Forkompimda di Kota Bandung memutuskan tetap melaksanakan AKB diperketat dengan lebih menguatkan pengawasan operasi yustisi di semua titik di Kota Bandung," ucapnya.

Selain AKB diperketat, Oded menyebut bahwa pemerintah kota segera melaksanakan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM), baik di tingkat rukun tetangga dan rukun warga secara proposional. 

"PSBM dilaksanakan secara proposional dengan melihat dan mempertimbangkan jumlah kasus konfirmasi positif di wilayah tersebut. Lalu kita juga tidak mengeluarkan Perwal baru," ujar dia. 

Kebijakan lainnya ditambahkan dia adalah soal buka tutup jalan di sejumlah ruas jalan. Pemerintah kota, dipastikannya akan tetap melakukan kegiatan tersebut yang dinilai efektif. 

"Karena berdasarkan penelitian dan pengalaman, cara itu yang paling efektif untuk mengurangi kerumunan. Intinya pengetatan di lingkup kota akan ditingkatkan," tandas Oded. (Yogo Triastopo)