Polresta Cirebon Tetapkan Kuwu Slendra Jadi Tersangka Korupsi

Polresta Cirebon Tetapkan Kuwu Slendra Jadi Tersangka Korupsi
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Unit Tipikor Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus korupsi yang dilakukan Sumarno yang kini menjabat sebagai Kuwu Slendra, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. 

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan polisi pada 2 Desember 2019.

"Kasus ini terungkap berdasarkan laporan hasil pemeriksaan dalam rangka penghitungan kerugian uang negara atas dugaan penyalahgunaan keuangan APBDes TA 2016/2017 yang dikeluarkan Inspektorat Kabupaten Cirebon," ujar Syahduddi, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, dari hasil penghitungan inspektorat, ada kerugian negara yang dilakukan Sumarno. Nilainya mencapai Rp129.386.938. Sedangkan, modus operandi yang dilakukan tersangka dengan cara menyelewengkan anggaran Dana Desa tahun 2016-2017. Ini dilakukan melalui program desa yang tidak terlaksana. Namun, dalam laporan yang dibuat tersangka itu anggaran digunakan secara keseluruhan seolah-olah program desa berjalan.

"Modusnya membuat laporan anggaran, padahal kegiatannya tidak ada," ungkapnya.

Dia menyebutkan, selama masa proses penyelidikan dan penyidikan tersangka masih bertugas sebagai kepala desa atau kuwu. Namun, ketika sudah ditetapkan menjadi tersangka, Sumarno sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Slendra.

"Barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang hasil penyelewengan kurang lebih sebesar Rp67 juta serta dokumen-dokumen laporan keuangan desa," jelasnya.

Syahduddi menambahkan, uang negara dari hasil penyelewengan yang dilakukan tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi. Atas perbuatan tersebut, Sumarno  terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 

"Berkas tersangka sudah lengkap," tukasnya. (Maman Suharman)