Inilah Alasan Gedung Sate Difogging

Inilah Alasan Gedung Sate Difogging
INILAH, Bandung-Suara bising dan asap pekat menyelimuti beberapa  sudut di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019). Bersamaan dengan itu, beberapa ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun keluar ruangan kompleks Kantor Gubernur Jawa Barat tersebut. 
 
Sebagian dari mereka menutup hidung dan menjauh dari kepulan asap mesin fogging yang dioperasikan oleh dua petugas tersebut. Diketahui, hal ini sebagai upaya mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
 
Kepala Sub Bagian Pelayanan Media Pemprov Jabar, Asep Yudi mengatakan fogging tersebut dilakukan hanya di sekitaran saluran air seperti got dan selokan. Juga di beberapa sudut, seperti taman. 
 
"Fogging hanya di sekeliling gedung saja. Seperti di saluran air. Karena kalau masuk ke dalam dikhawatirkan mengganggu yang sedang bekerja," ujar Asep.
 
Fogging ini dilakukan dua sesi. Pertama sebelum acara Jabar Punya Informasi (Japri) yang digelar pukul 09.00 WIB. "Setelah cara kemudian dilanjutkan menyisir beberapa lokasi di Gedung Sate ini," katanya.
 
Asep sampaikan, fogging tersebut diinisiasi oleh Biro Umum Setda Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Diketahui,  fooging akan memberatas nyamuk Aides Aegyti dewasa. 
 
"Mungkin dalam satu atau dua minggu lagi akan kembali difogging. Kalau untuk masuk ke ruangan sepertinya harus hari libur, jadi saat tidak ada aktivitas di gedung," pungkasnya.