13 Demonstran Dilarikan ke RS, Ternyata Reaktif Covid-19

13 Demonstran Dilarikan ke RS, Ternyata Reaktif Covid-19

 

INILAH, Bandung - Sebanyak 209 massa aksi Tolak Omnibuslaw yang diamankan Polisi telah menjalani rapid test Covid-19 di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). Hasilnya, 13 orang dinyatakan reaktif Covid-19.

"Dari 209 orang ini, semuanya kita lakukan rapid test. kita Kahu sendiri Bandung di zona merah. Kita concern dalam pencegahan Covid-19, dari 209 orang yang kita rapid, kita temukan 13 reaktif," ucap Ujung.

Ujung mengatakan, ke-13 orang massa aksi yang reaktif Covid-19 langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika untuk dilakukan test swab Covid-19.

"Ke-13 orang ini nanti tindak lanjutnya akan kita kirim ke RS Bhayangkara Sartika Asih untuk langsung kita swab," ujarnya.

Ujung mengungkapkan, pihaknya turut prihatin dengan adanya massa aksi yang reaktif. Pasalnya, aksi unjuk rasa dilakukan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Ini yang kita khawatirkan, makanya setiap surat pemberitahuan unjuk rasa dan berkumpul, kita sampaikan agar dihindari semaksimal mungkin, karena berpotensi Covid-19," ungkap Ujung.

"Bayangkan (kalau) dari 13 ini memang betul-betul positif, kemarin mereka bertemu beberapa orang, semacam multi level marketing, akan menularkan ke banyak orang," pungkas Ujung.

Untuk diketahui sebelumnya, 209 massa aksi Tolak Omnibuslaw di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/10/2020), diamankan polisi. Mereka terdiri dari elemen mahasiswa, pelajar hingga masyarakat luar Kota Bandung.

Mereka, diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkis serta vandalisme dalan aksi Tolak Omnibuslaw di depan Gedung DPRD Jabar. (Ridwan Abdul Malik)