Rawan Penyakit, Diskanak Obati 500 Ekor Sapi

Rawan Penyakit, Diskanak Obati 500 Ekor Sapi
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Untuk meningkatkan produktivitas susu dan daya tahan tubuh sapi pada musim pancaroba, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor melakukan pengobatan penyakit cacing pada sapi perah di Kawasan usaha peternakan (Kunak) Pamijahan.

"Tahun ini secara berkala di Diskanak akan mengobati 500 ekor sapi yang memiliki penyakit cacingan, karena pusat peternakan sapi perah ada di Kunak, Pamijahan maka kami pusatkan kegiatan disana. Bagi peternak sapi di wilayah lain bisa menghubungi pusat kesehatan hewan (Puskeswan) terdekat," ujar Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).

Pria berkaca mata ini menerangkan langkah-langkah pengobatan sapi saat ini dalam rangka mensubsidi silang biaya pengobatan hewan ternak sapi perah di Kunak, Kecamatan Pamijahan.

"Di Kunak, Kecamatan Pamijahan ada 1.500 ekor sapi perah dan dengan kegiatan diatas kami mensubsidi silang biaya pengobatan 500 ekor sapi diantaranya, harapan kami dengan  pengobatan ini bisa meningkatkan produksi susu sapi dan meningkatkan daya tahan tubuhnya," terangnya.

Oetje menuturkan, selain penyakit cacing, jajarannya terutama di bidang kesehatan hewan juga melakukan pengobatan penyakit lainnya pada hewan sapi.

"Kami juga akan memberikan antibiotika hingga bisa melindungi mereka dari penyakit demam 3 hari, sebelumnya kami juga memberikan vaksin anthrax, brucella dan penyakit ngorok. Kalau penyakit-penyakit ini tidak diobati lalu daya tahan tubuh sapi menurun maka bisa membuat hewan sapi mati. Untuk sapi perah, pengobatan penyakit cacing dan demam 3 hari ini juga menyebabkan menurunnya produksi susu sapi segar," tutur Oetje.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Diskanak Prihartini menjelaskan jika tahun ini ada pergeseran anggaran, maka pada 2021 mendatang dia mengharapkan kuota pengobatan sapi bisa ditingkatkan jumlahnya.

"Biasanya kami mengobati 2.000 ekor sapi pertahun namun karena ada pergeseran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II, maka tahun ini kami hanya mengobati gratis 500 ekor sapi. Semoga dengan berakhirnya pandemi Covid 19 maka bakal ada peningkatan jumlah sapi yang diobati," jelas Prihartini.

Dia melanjutkan, untuk pembudidayaan sapi perah di Bumi Tegar Beriman terfokus di Kecamatan Pamijahan, Cisarua, Ciawi, Sukaraja dan Tajur Halang.

"Sementara untuk pembudidayaan ternak sapi daging ada di Jonggol, Cileungsi, Cariu, Tanjungsari, Sukamakmur, Rumpin dan Babakan Madang. Pembudidayaan atau peternakan sapi ini ada yang skala rakyat dan ada yang feedlot (tempat penggemukan sapi import," lanjutnya. (Reza Zurifwan)