3 Hari Beruntun Ricuh Aksi Tolak Omnibuslaw, Polisi Jamin Bandung Kondusif

3 Hari Beruntun Ricuh Aksi Tolak Omnibuslaw, Polisi Jamin Bandung Kondusif
-Massa melakukan perlawanan dengan cara melemparkan batu dan bom molotov kepada aparat kepolisian yang mencoba membubarkan aksi mereka di jalan diponogoro,Bandung,Kamis (8/10).(Bambang Prasethyo)

INILAH, Bandung - Kapolretabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya memastikan situasi dan kondisi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dan Gedung Sate aman dan kondusif. Pasalnya, selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 6-8 Oktober 2020, dua lokasi tersebut di geruduk ribuan massa aksi Tolak Omnibuslaw.

"Alhamdulillah sudah selesai, situasi kantor DPRD sampai gedung sate dinyatakan aman dan terkendali," ucap Ulung saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kamis (8/10/2020) malam.

Ulung menjelaskan, tiga hari aksi unjuk rasa Tolak Omnibuslaw selalu berakhir ricuh. Hal itu dikarenakan, massa aksi yang selalu melebihi batas waktu unjuk rasa dan bertindak anarkis. Meski begitu, Dia memastikan massa aksi berhasil dikendalikan oleh petugas.

"Pukul 18:00 WIB belum membubarkan diri, oleh karena itu kami memberikan himbauan untuk membubarkan diri, kemudian lima menit setelahnya belum membubarkan diri juga, oleh karena itu kita melakukan tindakan tegas dan terukur yaitu dengan menyemprot setelah itu baru kita dorong dengan pasukan huru hara," ujar Ulung.

"Itu biasa (sama seperti aksi hari sebelumnya) dari kelompok diluar mahasiswa dan buruh, sengaja momen sudah selesai mereka memancing agar rusuh, dan memancing emosi petugas," sambung Ulung.

Saat disinggung latar belakang kelompok perusuh. Ulung menyebutkan, hal tersebut masih akan didalami oleh kepolisian. Namun, Dia menduga perusuh merupakan kelompok yang sama pada aksi-aksi sebelumya.

"Kemungkinan sama, masih kota dalami bisa anarko bisa yang lainnya juga," ujar Ulung.

Selanjutnya, Ulung memastikan petugas kepolisian bersama TNI akan melakukan patroli bersama di Kota Bandung. Hal ini dilakukan, guna memastikan Kota Bandung tetap dalam situasi kondusif dan aman bagi masyarakat.

"Kemungkinan masih (massa aksi bertahan di jalan-jalan di Kota Bandung), oleh karenanya kita tim raimas, Prabu, reserse dari Polda maupun tni bergabung untuk, menyisir membuat klear kota bandung dari masyarakat yang ingin merusak fasilitas publik," tutur Ulung.

Lebih lanjut, Ulung menambahkan, jika esok hari masih ada gelombang massa aksi Tolak Omnibuslaw, pihaknya siap senantiasa untuk mengamankan jalannya aksi. Meski begitu, Dia tetap meminta penyampaian pendapat di muka umum sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan santun.

"Pada prinsipnya kami siap melayani masyarakat yang penting masyarakat bisa meyampaikan aspirasinya," pungkasnya.