Ternyata Seperti Ini Wujud Malaikat

Ternyata Seperti Ini Wujud Malaikat
Ilustrasi/Net

MALAIKAT adalah jamak dari kata Malak, yang secara bahasa bermakna Mursil ; utusan.1 Mereka adalah makhluk gaib yang Allah yang ciptakan dari cahaya, tidak memiliki sifat ketuhanan2, selalu taat kepada perintah Allah dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah.3

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya arsy, dan jin diciptakan dari nyala api, dan adam dari apa yang sudah diceritakan kepada kalian"4

Jumlah malaikat sangat banyak, tidak ada yang mengetahui selain Allah taala. Allah taala berfirman, "dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhan-mu melainkan Dia sendiri" (Qs. Al Muddatsir: 31).

Menunjukkan banyaknya jumlah malaikat, dikatakan jibril Alaihi Salam ketika ditanya oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (dalam peristiwa isra) tentang baitul Mamur, "Ini adalah baitul Mamur salat didalamnya tiap hari tujuh puluh ribu malaikat, tidak kembali lagi malaikat terakhir dari mereka". Maksudnya tujuh puluh ribu malaikat yang salat setiap hari berbeda-beda.

Apakah malaikat berjasad?

Nash-nash yang ada menunjukkan bahwa malaikat memiliki jasad. Bahkan jasad mereka sangat besar, meskipun berbeda beda. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menceritakan bagaimana besarnya malaikat pemikul Arsy, "aku diizinkan untuk menceritakan salah satu malaikat Allah, yaitu malaikat pemikul Arsy, sesungguhnya antara telinga dan pundaknya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun"

Mereka juga memiliki sayap. Meskipun berbeda beda jumlah sayapnya. Di antara mereka ada yang memiliki dua sayap, tiga atau empat sayap, bahkan ada yang memiliki enam ratus sayap sebagaimana malaikat Jibril. Allah taala berfirman, "Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat" (Qs. Fathir: 1).

Mengenai malaikat jibril, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah melihat dalam bentuk aslinya selama dua kali. Yang pertama ketika di abthah, Rasulullah melihat Jibril menampakan dirinya dalam bentuk aslinya, dengan enam ratus sayap yang menutupi ufuk. Yang kedua adalah ketika Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam dinaikan ke langit pada malam Miroj11. Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha" (Qs. An Najm 13-14) Adapun selebihnya, Malaikat Jibril lebih sering datang dalam bentuk seorang sahabat bernama Dihyatul Kalbii12, atau terkadang dalam bentuk seorang laki laki asing yang tidak dikenal.13

Malaikat juga memiliki akal tapi tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana manusia. Karena jika tidak memiliki akal, tidak mungkin Allah memuji mereka dengan menyebutkan sifat mereka, "tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Qs. At Tahrim: 6)

Namun meskipun malaikat memiliki jasad, mereka tidak membutuhkan makan dan minum sebagaimana manusia. Sebagaimana disebutkan dalam kisah Nabi Ibrahim yang didatangi oleh malaikat yang menyerupai manusia. ketika dihidangkan makanan kepada mereka, mereka tidak mau menyentuhnya.

Keyakinan kaum musyrikin tentang malaikat

Orang Yahudi menisbatkan Uzair sebagai anak Allah. Orang Nashrani juga menisbatkan Al Masih (Nabi Isa) sebagai anak Allah. Dan orang Musyrik tidak kalah dalam hal ini. Mereka menisbatkan malaikat sebagai anak-anak Allah! Bahkan lebih dari itu, mereka mengatakan bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Maha Suci Allah atas apa yang mereka tuduhkan.

Allah pun mengingkari pernyataan orang musyrik bahwa malaikat berjenis kelamin wanita. Allah taala berfirman, "Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban." (Qs. Az Zukhruf : 19).

Allah mengingkari tuduhan bahwa malaikat adalah anak-anak Allah, "Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan (Qs. Al Anbiya : 26).

Serta bagaimana mereka bangga jika memiliki anak laki laki dan malu jika memiliki anak perempuan, namun kemudian menisbatkan anak perempuan untuk Allah? Tentu ini sesuatu yang tidak adil. Allah berfirman, "Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil." (Qs. An Najm : 21-22).

Mana yang lebih mulia antara malaikat dan orang saleh?

Masalah ini telah diperselisihkan oleh para ulama dahulu. Akan tetapi yang benar adalah -sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, "bahwa orang soleh lebih utama jika telah masuk ke dalam syurga. Karena mereka berada dekat dengan sang Pencipta, bersenang-senang di dalam surga, dimuliakan oleh Allah dengan rahmat Nya, bahkan bisa melihat wajah Allah taala. Sementara malaikat ketika itu dengan izin Allah- menjadi pelayan manusia.

Adapun sekarang di kehidupan dunia- malaikat lebih utama dari manusia saleh, karena keberadaannya di atas langit, dekat dengan sang pencipta, sibuk beribadah kepada Allah, suci dari dosa yang dilakukan oleh manusia di muka bumi.". [Al Ustaz Abdullah Hazim]