Indonesia Urutan Ke-3 Dunia Penderita Kusta, Segera Tangani!

Indonesia Urutan Ke-3 Dunia Penderita Kusta, Segera Tangani!
Ilustrasi

INILAH, Jakarta - Kusta bukan penyakit keturunan apalagi akibat kutukan. Ini fakta bukan mitos!

Kusta merupakan infeksi pada saraf dan kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penularannya melalui pernapasan, udara, dan kontak langsung dengan penderita yang belum diobati.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, MKes mengatakan penyakit kusta banyak dianggap biasa oleh masyarakat, padahal bila terlambat ditangani bisa menjadi sumber penularan.

"Ini (kusta) tidak berasa karena itu banyak masyarakat menganggapnya biasa. Sebenarnya permasalahan kusta itu hanya dia bercak dan tidak berasa, jadi dia anggap biasa, padahal kalau terlambat ditemukan dan aktif bakterinya menjadi sumber penularan," katanya, Jumat, (8/2/2019).

Faktor yang mempengaruhi penularan kusta adalah salah satunya penderita kusta yang belum mengonsumsi obat Kusta.

Masa inkubasi perlu waktu lama (rata-rata 3-5 tahun) dan kejadian penyakit ini terbanyak pada negara tropis, dan Indonesia berada pada urutan ketiga di dunia setelah India dan Brasil dalam jumlah kasus baru yang ditemukan setahun.

Angka Penemuan Kasus Baru Indonesia: 6,07 per 100.000 penduduk. Total kasus baru sebanyak 15.910. Secara Nasional, Indonesia sudah mencapai eliminasi kusta (angka kasus kusta terdaftar atau angka prevalensi <1/10.000 penduduk) pada tahun 2000.

Namun masih ada 10 provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta. Selanjutnya di tingkat kabupaten/kota, pada akhir tahun 2017 masih terdapat 142 kabupaten/kota belum mencapai eliminasi kusta yang tersebar di 22 provinsi.

Sumber: inilah.com